Ditemukan Luka di Leher Korban

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Penyebab meninggalnya almarhum Rantam (63), warga RT 02, RW 02, Dusun Tegaron, Desa Gamongan, Kecamatan Tambakrejo,Kabupaten  Bojonegoro, Sabtu (30/5/2015) lalu, masih misterius. Ada dugaan korban tewas dibunuh.

Karena ditemukan luka memar di bagian leher korban saat jenazah dimandikan keluarganya. Lukanya seperti bekas jeratan tali atau benda tumpul lainnya.

Desas-desus korban tewas dibunuh pun akhirnya menyeruak di perkampungan di pinggiran hutan tersebut. Dari mulut ke mulut di warung-warung kopi, warga selalu membicarakan kematian Rastam yang dinilai tak wajar. Karena sebelumnya korban tak menderita sakit parah, bahkan masih jagongan dengan warga.

Warga setempat yang tidak mau disebut namanya, mengatakan, selama hidupnya korban dikenal ramah dan suka bergaul. Almarhum setiap hari bekerja sebagai petani dan mencari rumput untuk pakan tiga ekor sapinya.

“Tiba-tiba meninggal ya kaget lah, Pak. Tapi saat jenasah dimandikan banyak yang tahu ada luka memar hitam di lehernya seperti kena jeratan tali,” kata sumber tersebut.

Baca Juga :   10 Hektare Padi Siap Panen di Sukosewu Terendam Banjir

Dengan kematian Rantam yang tidak wajar itu akhirnya mengundang kecurigaan saudaranya, Ramini (48). Warga Desa Ngrancang, Kecamatan Tambakrejo, itu kemudian melaporkannya ke Mapolsek setempat untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian korban, Senin (15/6/2015).

“Saya curiga saat saudara saya Rantam dimandikan jenazahnya ada garis hitam kebiruan seperti bekas jeratan di leher. Karena itu saya laporkan ke polsek,” ungkap Ramini saat ditemui sejumlah pewarta di lokasi pembongkaran makam almrhum, selasa (16/6/2015).

Menanggapi laporan tersebut, aparat kepolisian langsung bergerak cepat dengan melakukan penyelidikan awal di lapangan. Dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah korban kemudian dilanjutkan pembongkaran makam almarhum untuk dilakukan outopsi pada Selasa (16/6/2015) siang tadi.

Kapolsek Tambakrejo, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Purwanto, mengaku, telah melakukan pemerikasaan kepada keluarga korban dan warga sekitar sebagai kelengkapan peyidikan.

“Sementara ada sekitar 6 orang lebih yang kita mintai keterangan sebagai saksi. Kalau namanya siapa saja saya lupa. Kalau hasil outtopsi saya tidak tahu. Langsung saja tanya ke pak Kapolres ya,” saran Purwanto.

Baca Juga :   Bojonegoro Minta Dukungan Menteri BUMN

Dikonfirmasi mengenai hasil otopsi, Kapolres Bojonegoro, Ajun Komisaris Besar Polisi Henri Fiuser mengaku, belum menerima hasil di lapangan.

“Saya belum tau hasilnya otopsi apa, Mas,” kata Hendri Fiuser.

Hingga saat ini pihak kepolisian juga belum bisa memastikan motif kasus dugaan pembunuhan tersebut.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *