Keluhkan Mobilisasi Pipa di Jalan Veteran

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro  – Aktivitas transportasi alat berat yang terletak di sebuah tanah lapang di Jalan Veteran, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, membuat pengendara harus lebih bersabar. Banyak kendaraan besar pengangkut pipa keluar masuk di area tersebut yang memakan bahu jalan.

Selain itu, lalu lalang kendaraan itu ditengarai tidak sesuai jadwal yang sudah ditetapkan Dinas Perhubungan Bojonegoro beberapa waktu lalu.

“Masak jam-jam padat seperti ini dijinkan lewat,” keluh Sinta (20), salah satu pengendara yang harus berhenti menunggu truk trailer itu lewat.

Pantauan di lapangan, puluhan truk trailer itu setiap harinya melakukan aktivitas di jam-jam padat terutama pada siang hari. Hal itu bertentangan dengan aturan yang diterapkan Dishub Bojonegoro tentang pemberlakuan aktifitas angkutan berat pada pagi hari pukul 06.30 sampai 07.00 WIB serta malam hari di atas pukul 21.00 Wib.

Hingga saat ini, suarabanyuurip.com belum mendapatkan keterangan resmi baik dari Dinas Pendapatan maupun Dinas Perhubungan Bojonegoro tentang  siapa yang bertanggung jawab atas keberadaan tranportasi alat berat yang mengangkut pipa-pipa di lahan milik Pemkab Bojonegoro tersebut.

Baca Juga :   Pimpinan Belandong Merupakan DPO

Dari keterangan yang didapat Dinas Perhubungan, ijin dispensasi jalan untuk angkutan alat berat menyebut itu milik operator migas Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina – PetroChina East Java (JOB P-PEJ). Namun, belakangan informasi itu diralat dengan menyebutkan  pengajuan ijin dilakukan oleh PT Hutama Karya (HK).

“Kepastiannya itu dari PT Hutama Karya, yang lain saya tidak tahu,” ujar Kepala Dinas Perhubungan, Iskandar saat dikonfirmasi melalui pesan pendeknya, Selasa (7/7/2015).

Berbeda dengan keterangan yang didapatkan dari Dinas Pendapatan, bahwa lahan kosong yang merupakan aset daerah itu digunakan untuk kebutuhan double track. 

“Saya belum ngecek, tapi kalau tidak salah untuk double track,” kata Kepala Dispenda Herry Sudjarwo singkat.

Sementara itu, dari penelusuran suarabanyuurip.com di lapangan, informasi yang didapat adalah pipa-pipa yang ditimbun tersebut untuk kebutuhan jaringan gas dari Gresik, Jawa Timur, sampai Semarang, Jawa Tengah.

“Kalau tidak salah ini punya Pertamina Gas. Pipanya mau disimpan di sini, nanti dipasang untuk jaringan gas dari Gresik sampai Semarang,” kata salah satu penjaga yang tidak mau menyebutkan namanya.

Baca Juga :   Kuswiyanto Hadiri Dakwah Dari Liang Kubur

Pria yang berusia kurang lebih 30 tahun ini mengatakan, hanya bertugas menjaga pintu masuk supaya tidak ada pihak luar yang memasuki lokasi penyimpanan pipa tanpa ijin.

“Saya ikut perusahaan dari Jakarta, tapi bukan PT Hutama Karya,” sebutnya yang juga tidak menyampaikan nama perusahaannya tersebut. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *