Kuswiyanto Hadiri Dakwah Dari Liang Kubur

kuswiyanto

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro –  Haflah Akhirussanah dan menyongsong Ramadan 1438 H yang diselenggarakan Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam Kedungmas, Kedungrejo, Sumberejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Minggu (21/05/2017) lalu, terlihat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Lebih dari 5000 jama’ah dari dalam dan luar Bojonegoro hadir dalam kegiatan tahunan tersebut.

Mereka ingin mengetahui secara langsung Ustadz Muzamil dari Bengkulu yang melakukan dakwah dari liang kubur. Dalam dakwahnya selama lebih dari satu jam dari liang kubur, Ustadz Muzamil bercerita betapa beratnya perjuangan orang tua dalam mendidik dan membesarkan anak agar benar-benar menjadi manusia yang berguna.

“Semuanya nanti akan dimintai pertanggungjawaban. Termasuk orang tua dalam mendidik anak-anaknya,” ujar Ustdadz Muzamil.

Metode dakwah yang digunakan Ustadz Muzammil sangat unik. Sebelum ceramah Ustadz Muzammil diperlakukan sebagaimana umat Islam ketika meninggal dunia. Setelah dikafani, Ustadz Muzamil dimasukkan dalam kuburan dan bagian atasnya ditutup papan.

Kemudian lubang kuburan itu ditutupi dengan tanah dan dipadatkan. Setelah selesai peletakan nisan dan penaburan bunga di atas kubur, sang ustadz menyampaikan ceramah agamanya dari liang kubur.

Baca Juga :   Kasat dan Kanit Dites Urine

Anggota Komisi VIII DPR RI dari daerah pemilhan (Dapil) IX (Bojonegoro dan Tuban), Kuswiyanto turut memberikan support kepada Ponpes yang dipimpin KH Mutohar alumni Talun Sumberjo tersebut.

“Beberapa lalu mengikuti dakwah, kali ini sangat luar biasa. Apresiasi untuk Ponpes Darussalam yang telah menggugah kita semua betapa pentingnya ketaqwaan, apalagi menjelang puasa Ramadhan, kegiatan ini sangat bermanfaat,” ujar Kuswiyanto, sahabat dekat Bupati Bojonegoro Suyoto ini.

Jama’ah yang hadir dari berbagai kota di Jawa Timur ini seluruhnya sangat takjub dengan cara dakwah yang dilakukan Ustdaz Muzamil. Tak jarang dari mereka yang menangis tersedu-sedu mendengar ceramah ustadz yang mulai melakukan ceramah dari liang kubur sejak 2006 silam itu.

“Memukau, hebat dan mengharukan, baru kali ini saya menyaksikan dakwah model ini, ungkap Firdaus jama’ah dari Surabaya.

Dalam kegiatan ini hadir pula Forpimda Kabupaten Bojonegoro dan Forpimka Kecamatan Sumberejo, Wali Santri dan serta masyarakat dari berbagai kota mulai Banyuwangi, Jember, Surabaya dan Lamongan.(rien)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *