Mensesneg Halal Bihalal di Kampung Halaman

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro –Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Pratikno telah meluangkan waktu untuk menghadiri acara Halal Bi Halal yang digelar oleh Assosiasi untuk Demokrasi dan Kesejahteraan Sosial (Ademos) di Gelanggang Olahraga (GOR) Grade Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Minggu (19/7/2015). Halal bihahal di kampung halamannya ini rutin dilakukan Partikno setiap tahun sebelum menjabat menteri.

Acara tersebut dirangkai dalam sebuah kegiatan sinau bareng bertajuk “Muleh Ndeso, Mbangun Ndeso, Nguatke Negoro”. Sejumlah pejabat Bojonegoro hadir dalam kgiatan tersebut. Di antaranya Ketua DPRD Bojonegoro, Mitroatin, Kapolres Bojonegoro, Hendri Fiuser, Staf Ahli Bidang Pemerintajan, Kusbiyanto, Muspika Tambakrejo dan Purwosari, kepala desa dari wilayah Kecamatan Ngasem, Tambakrejo, Purwosari.

Juga perwakilan operator migas, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), dan operator Unitisasi Lapangan Gas Jambaran Tiung Biru (J-TB), Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu.

Dalam sambutannya, Pratikno, berpesan, meski mayoritas warga di sini menekuni aktifitasnya sebagai petani,  tetapi harus juga bisa belajar untuk memproduksi industri lainnya. Salah satu program yang dikembangkan adalah komunitas ternak, pembatik, kelompok petani, sablon dan lain sebagainya.

Baca Juga :   Sindikat Bajing Loncat Pantura Dibekuk Polisi

“Karena itu, harus mulai belajar sektor industri kreatif. Contohnya, beternak kambing, batik, kemudian pelepah pisang yang dulunya hanya dibuat sebagai kerancang tembakau bisa diolah menjadi produk yang nilainya besar. Yakni krajinan tas, tali, dan sebagai undangan dan lain sebagainya,” katanya.

Pria asli kelahiran Desa Dolokgede tersebut menjelaskan, kegiatan kreatifit ini perlu dilakukan oleh masyarakat sebagai langkah lain disaat kondisi lahan pertanian sudah mulai berkurang dan yang dihidupi semakin bertambah.

“Tanahnya makin sempit yang dihidupi semakin banyak. Oleh karena itu, harus mengembangkan dari sektor yang produk lain agar bisa menambah penghasilan untuk kebutuhan keluarga demi menuju massa depan yang lebih baik lagi dari sekaran,” jelasnya.

“Saya tidak tertarik dengan produksi luar untuk membantu dikembangkan di sini. Tetapi, saya siap membantu produk lokal yang dilakukan masyarakat untuk bisa dikembangkan keluar. Tentu dengan cara pendampingan dan lain sebagainya,” imbuh mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   LPG 3 Kg di Bojonegoro Langka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *