JOBP-PEJ Tak Bisa Penuhi Tuntutan Warga

SuaraBanyuurip.com - Athok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro – Operator Migas Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ) menyatakan aksi pemblokiran alat berat milik PT Tiga Musim Mas Jaya (TMMJ) oleh warga Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang sedang mengangkut rig untuk mengebor sumur minyak berpotensi merugikan negara.

“Rig itu untuk mengebor Sumur Sukowati 31 di PAD B. Karena diblokir jelas merugikan negara karena sewa rig harus tetap dibayar meski tidak bisa dipakai. Ini jelas merugikan kepentingan negara,” kata Senior Security Goverment Relations JOB PPEJ, Yoga S Utomo, Senin (27/7/2015) malam.

Dia menegaskan, JOB PPEJ telah berupaya memenuhi kewajiban terkait kepentingan masyarakat di daerah operasi, termasuk untuk warga Desa Ngampel Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro.

“Pemberian tali asih itu sudah diwujudkan dalam bentuk sembako dan sudah disalurkan melalui Kepala Desa Ngampel,” tegas Yoga.

Karena itu, lanjut Yoga,  JOB PPEJ berharap sekelompok masyarakat yang mengatasnamakan Karang Taruna Desa Ngampel untuk melakukan koordinasi dengan Kades Ngampel sebelum melakukan aksi pemblokiran terhadap fasilitas penunjang operasi.

Baca Juga :   Kosong Sejak 2022, DPRD Bojonegoro Sebut Lowongan Jabatan Dirut PT BBS Tidak Menarik

“Kami menyarankan jangan gampang mengatasnamakan masyarakat. Karena kewajiban JOB PPEJ untuk masyarakat Ngampel telah kami penuhi. Karena itu kami menilai demo ini sarat kepentingan pribadi, bukan kepentingan masyarakat,” tegas Yoga.

Terkait dengan tuntutan untuk mengganti tenaga kerja yang keluar, Yoga menjelaskan, mereka sebenarnya mengundurkan diri karena mendapat pekerjaan di K3S lain. Dia menambahkan, JOB  P-PEJ meminta pengertian bahwa karena harga minyak dunia yang sedang turun, hingga di bawah 50 US$ per barel,  maka JOB PPEJ tidak lagi melakukan perekrutan tenaga kerja baru, termasuk untuk mencari tenaga kerja pengganti.

“Mohon dukungan dan doanya agar produksi JOB PPEJ bisa kembali meningkat dan harga minyak dunia bisa kembali naik. Saat ini semua sedang prihatin karena harga minyak dunia yang turun drastis,” imbuhnya.

Yoga berharap masyarakat Desa Ngampel tetap memberi dukungan pada kegiatan JOB PPEJ yang mendapat amanah negara untuk menemukan cadangan migas baru dan meningkatkan lifting nasional. 

“Kami berharap jangan ada yang main blokir terhadap objek vital nasional. Jika ada masalah mohon dibicarakan. Kami siap berdialog dan akan terbuka pada masyarakat,” tambahnya.

Baca Juga :   SKK Migas Sepakati Pencairan Kompensasi Mudi

Pihaknya juga meminta aparat pemerintah bisa membantu memberi penjelasan pada warganya atas arti penting kegiatan menambah produksi minyak nasional sebagai sumber pendapatan negara dan mengurangi ketergantungan impor minyak nasional.

Sebelumnya sekitar 15 karang taruna desa setempat melakukan aksi blokir pada jam 15.30 WIB. Aksi dapat mereda setelah dilakukan mediasi hingga petang.

Ketua Karang Taruna, Desa Ngampel, Heri, mengatakan, penghadangan terhadap truk treler yang pengangkut rig tersebut untuk menuntut beberapa kepentingan. Salah satunya meminta pergantian satu tenaga kerja produksi yang sekarang sedang sakit. Selain itu, untuk pencairan dana tali asih program Rp25 juta x 6 bulan dan permintaan kompensasi setiap kegiatan moving rig seperti di Blok Tuban. (roz)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *