Kosong Sejak 2022, DPRD Bojonegoro Sebut Lowongan Jabatan Dirut PT BBS Tidak Menarik

Kantor BBS.
Kantor PT BBS, BUMD Bojonegoro di Jalan Diponegoro. Perusahaan tersebut hingga saat ini belum memiliki Direktur Utama (Dirut).

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Lowongan Direktur Utama (Dirut) PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS), BUMD Bojonegoro, Jawa Timur kembali dibuka sejak Mei lalu. Namun meski pendaftaran diperpanjang hingga 10 Juni kemarin, jumlah pendaftar masih minim.

Bahkan, dari dua orang yang mendaftar, hanya satu pendaftar dinyatakan memenuhi syarat administrasi, yakni bernama Eka Sri Widyawati. Jabatan dirut perusahaan pelat merah mengalami kekosongan hampir dua tahun.

Kekosongan jabatan terjadi sejak Thomas Gunawan mengundurkan diri sebagai Dirut PT BBS pada 8 Juli 2022 melalui persetujuan rapat umum pemegang saham. Jabatan Thomas saat itu masih tersisa 2,5 tahun setelah dilantik pada Pebruari 2020.

Namun saat ini jabatan Dirut PT BBS telah diisi Pelaksana Tugas (Plt), yakni Setyo Hartono. Mantan Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro dua periode (2008-2013 dan 2013- 2018) itu, ditunjuk Plt PT BBS setelah ditetapkan dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) pada Jumat (23/2/2024) lalu. Setyo Hartono juga menjabat sebagai Komisaris PT BBS.

Meski saat ini sudah diisi Plt, pendaftar Dirut PT BBS masih dibuka. Lowongan dirut perusahaan yang bergerak di sektor industri migas itu dibuka semenjak 3 sampai 15 Mei 2024. Sesuai pengumuman yang disampaikan di website PT BBS, pendaftaran diperpanjang 31 Mei sampai 10 Juni 2024.

Baca Juga :   Kejari Selidiki Proyek Gas Flare

Dari pengumuman pendaftaran tersebut ada dua orang yang mendaftar, namun hanya satu pendaftar dinyatakan memenuhi syarat administrasi, yakni bernama Eka Sri Widyawati. Saat ini masih belum ada pengumuman lagi setelah ada pengumuman tersebut.

Pj Bupati Bojonegoro Adriyanto mengatakan, tentu masih membuka pendaftaran Dirut PT BBS hingga memenuhi syarat seleksi.

“Rencananya begitu akan dibuka kembali sampai kekosongan Dirut PT BBS terisi,” katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri mengatakan, kekosongan Dirut PT BBS karena tidak menariknya jabatan dirut di perusahaan yang mengelola minyak sumur tua itu.

“Kemungkinan tidak tertarik, sehingga minim pendaftar. Apalagi bisnis PT BBS tidak begitu jelas, kegiatan satu-satunya adalah mengelola sumur tua,” katanya.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *