SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Kontraktor Engineering, Procurement and Construction (EPC) 5 Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, PT Rekyasa Industri-Hutama Karya, meminta kepada aparat penegak hukum dalam hal ini Kepolisian untuk mengusut tuntas dan menghukum pelaku anarkisme di lokasi EPC 1 pada Sabtu (1/8/2015) lalu. Sebab dalam kericuhan tersebut telah menyebabkan rusaknya fasilitas kantor, kerusakan dan pembakaran mobil, serta penjarahan.
Amuk massa yang melibatkan sekira 6000 pekerja itu diduga karena terlambatnya jam istirahat siang yang diberikan kontraktor. Karena pintu keluar yang disediakan hanya satu buah dan membuat pekerja berdesak-desakan sehingga menyulut amarah.
Humas PT Rekayasa Industri, Wandi, mengaku, akibat peristiwa itu pihaknya harus meliburkan pekerjanya pada minggu (2/8/2015) kemarin. Namun, untuk Senin (3/8/2015) ini, semua pekerja sudah masuk seperti sediakala.
“Kamarin terpaksa kami liburkan dulu, sekarang sudah berjalan normal,” kata Wandi kepada suarabanyurip.com melalui telepon genggamnya, Senin (3/8/2015).
Dia menyampaikan, apabila Kepolisian tidak menindak tegas pelaku, maka dikhawatirkan kejadian tersebut akan terulang kembali. Karena tidak ada efek jera, dan melakukan hal yang sama.
“Kalau aparat memaafkan ya repot, bisa-bisa jadi contoh yang lain. Misalkan mau melakukan anarkis lagi merasa tidak ada masalah,” ucpanya.
Wandi mengaku, saat ini kontraktor EPC 5 sudah melakukan pemutusan hubungan kerja meskipun tidak signifikan. Dari total 3000 pekerja yang saat ini masih ada, pihaknya yakin tidak akan ada kontroversial akibat pengurangan naker.
“Kalau konflik, Insya Allah enggaklah. Karena jumlah naker juga sedikit,” kata Wandi.
Dia menyampaikan, semua pekerja sudah mengetahui kapan diberhentikan. Hal ini karena, mereka yang di lapangan bisa memprediksikan jangka waktu pekerjaan yang diselesaikan.
“Jadi tidak masalah kalau ada pemutusan kerja,” tegasnya.
Pria asal Bandung, Jawa Barat ini mengatakan, saat ini untuk pekerjaan unskill hanya untuk helper dan tukang saja. Sementara jenis pekerjaan yang dipegang antara lain finishing, building, dan drainase atau saluran air.
“Saat ini, pekerjaan proyek di EPC 5 mencapai 94 persen. Hanya sekitar 6 persen saja sisa yang harus diselesaikan,” pungkasnya.(rien) Â