SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Puluhan warga pemilik tanah di Desa Gaji, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mengancam akan memboikot Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) tanggal 9 Desember 2015 mendatang.
Pernyataan sikap ini mereka ungkapkan, ketika melakukan aksi demonstrasi di depan gedung Pemkab Tuban. Mereka membubuhkan tanda tangan di atas kain putih yang bertuliskan tuntutan penyelesaian kasus mereka, serta akan memboikot Pemilukada apabila tuntutan mereka tidak dipenuhi.
“Kami boikot Pemilukada karena kasus tanah kami sudah diabaikan selama 12 tahun,†kata Abu Nasir, perwakilan warga Desa Gaji, usai melakukan aksi demonstrasi, Selasa (11/08/2015).
Diketahui, sekitar 30,6 hektar tanah di Desa Gaji sekarang dalam sengketa antara warga setempat dengan PT Semen Indonesia. Kasus ini bermula adanya penjualan tanah milik puluhan kepala keluarga oleh mantan Kepala Desa Gaji ke PT Semen Indonesia (saat itu PT Semen Gresik) pada kisaran tahun 1998.
Warga mengaku tidak tahu menahu penjualan tanah mereka, dan baru sadar pada kisaran tahun 2003 ketika salah satu warga bermaksud mengurus sertifikat tanah. Setelah dicek ternyata puluhan KK lain mengalami hal serupa.
Mereka menuding saat itu ada pemalsuan dokumen pada proses jual beli, lantaran mereka tidak pernah menjual tanah mereka. Selain itu di dokumen buku C tertera tanah-tanah tersebut masih milik mereka.
Karena sudah terlalu lama kasus ini tidak kunjung diselesaikan, mereka mengaku sudah tidak percaya lagi dengan pemimpin yang ada di Tuban. Sejak kasus ini mencuat, terhitung sudah ada tiga kali Pemilukada, dan pemimpin yang terpilih tidak pernah ada maksud menyelesaikan ini.
“Kalau dihitung sudah tiga kali Pilkada, tetapi tidak pernah ada yang peduli dengan nasib kami yang tanahnya terampas,†kata Sodiq, salah satu warga yang lain.
Selain itu, puluhan warga juga melakukan aksi dengan orasi, dan membentangkan spanduk. Untuk kesekian kalinya, mereka mengingatkan sengketa tanah Gaji yang masih menggantung sampai sekarang.
Mereka meminta bertemu dengan Bupati Tuban, Fathul Huda. Namun sampai aksi selesai, orang nomor satu di jajaran Pemkab Tuban itu tak menemuinya.
Aksi mereka didepan Pemkab Tuban bubar setelah Asisten Pemerintahan Kabupaten Tuban, Amin Sutoyo, menemui mereka, dan berjanji akan menyampaikan tuntutan mereka kepada Bupati Tuban.
“Kami akan kembali lagi kesini untuk bertemu dengan Bupati, dan menuntut supaya permasalahan tanah kami diselesaikan,†kata Abu Nasir. (edp)