SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Wisata alam Bengawan Solo berbentuk kubangan besar di tengah sungai Desa Ngloram, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dikabarkan bakal mencari korban. Kabar itu tersebar di BlackBerry Messenger melalui broadcast (Bc) kepada para pengguna smartphone di wilayah setempat.
Dalam broadcast yang beredar berisi tentang pesan kepada para pengunjung yang sering ke lokasi Kracakan Ngloram atau penduduk sekitar menyebutnya Watu Gong supaya berhati-hati.
Pasalnya, Gong dari dalam goa di bawah Watu Gong sudah berbunyi kemarin sore. Bunyi tersebut dianggap sebagai pertanda bahwa danyang (penunggu) dari Kracakan meminta tumbal.
Dalam broadcast itu juga disebutkan jika kekebanyakan orang yang tenggelam di Kracakan adalah bukan asli Ngloram, melainkan dari desa atau kota lain. Batu yang sering diinjak tersebut adalah atap dari goa watu gong.
Karena itu pengunjung diminta berhati-hati di lokasi tersebut seperti dilarang banyak bercanda. Karena batu licin dan bisa menyebabkan pengunjung jatuh dan masuk kedalam goa. Dari broadcast yang beredar tersebut, kabar yang disebar bersumber dari orang tua atau sesepuh Desa Ngloram.
Seperti diketahui, sekarang ini Kracakan makin populer dikunjungi banyak orang. Sebagian warga mempercai jika itu merupakan pancingan dari danyang Desa Ngloram.
Menanggapi beredarnya broadcast itu, Heri, salah satu pengunjung, asal Rabdublatung,  menaggapinya dengan sinis. “Yang menyebar BC tentang kracakan hidupnya kurang piknik. Jangan sampai terpancing Bc-Bc yang tidak jelas,” kata dia.
Namun pihaknya juga mengingatkan untuk selalu berhati-hati. Jangan sampai ada kejadian seperti di Banyu Biru Kecamatan Todanan yang sempat memakan korban. “Memang semua harus hati hati di tempat wisata. Apalagi yang dikunjungi sungai. Jangan seperti kejadian di sana,” ujarnya.
Kepala Desa Ngloram, Diro Beny Susanto, mengaku telah mendengar beredarnya kabar tersebut. Menurutnya, kabar yang disebar itu hanya isu.
“Itu hanya isue saja dan mitos lama. Yang terpenting, saya selalu menghimbau semua pengunjung harus tetap berhati-hati,” katanya dalam pesan singkat.
Namun dirinya tidak memungkiri jika di lokasi Kracakan pernah terjadi kecelakaan akibat warga terleleset terseret arus.
“Kalau kejadian ada, tapi lokasinya di sekitar penyeberangan sebelah atas watu gong. Karena posisi arus deras dan dalam,” jelasnya.(ams)
Berikut BC yang menghebohkan warga :
bagi yg sering ke-(KRACAK’AN NGLORAM/WATU GONG) hati”, GONG dr dalam goa/WATU GONG sudah berbungi kemarin soreâ— pertanda DANYANG dari kracak’an meminta TUMBAL•
♢sekarang kracak’an makin populer, dikunjungi banyak orang, karena pancingan dari DANYANG NGLORAM.
kebanyakan orang yg sering tenggelam di kracakan adlh bukan org asli ngloram. tp dr desa/kota lain.
BATU YG SERING KALIAN INJAK ADLH ATAP DARI GOA WATU GONG tersebut. hati”, jangan banyak becanda disana. batu itu licin. yg bisa menyebabkan kalian terpeleset & jatuh kedalam GOA WATU GONG TERSEBUT.
(Tolong disebarkan, agar bisa mengantisipasi.
@Saya DIBERITAU ORANG” TUA ASLI NGLORAM. Maaf menyambung bc dri teman.”