49,6 Hektare di Pusat Pemerintahan Huda-Noor Kumuh

Karangsari Tuban

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban - Sebagai daerah yang menerima penghargaan Adipura, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, belum mampu terbebas dari kawasan kumuh. Data Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP), ada 49,6 hektare kawasan kumuh di pusat Pemerintahan Huda-Noor.

“Di Kabupaten Tuban kawasan kumuh masih banyak seluas 49,6 hektare,” ujar Kabid Perumahan dan Permukiman Dinas PRKP Tuban, Lilik Subianto, kepada suarabanyuurip.com saat berkunjung di RT 2, RW 1, Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban, Jumat (5/1/2018).

Untuk mengurangi kekumuhan tersebut, setiap tahunnya pemkab mengucurkan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tak sedikit. Lilik mencatat, sampai sekarang pengurangan kumuh menyerap Rp5 miliar lebih setiap tahunnya. Hitungan pertahun, pemkab harus mampu mengubah 5-10 hektar kawasan kumuh menjadi bersih.

Pantauan suarabanyuurip.com di lapangan, ada tujuh kelurahan di sekitar kantor Pemkab Tuban yang ditetapkan menjadi kawasan kumuh. Dari ujung timur mulai Kelurahan Sukolilo, Baturetno, Sendangharjo, Karangsari, Sidomulyo, Kingking, dan terakhir Kutorejo.

“Ditahun 2021 kekumuhan ini ditargetkan berkurang secara signifikan,” tegas pria ramah ini.

Baca Juga :   Penumpang KA Turun Melebihi Relasi Bisa Didenda

Komitmen mengubah wajah kumuh tersebut, Dinas PRKP memiliki inovasi kreatif. Diawali dari Kelurahan Karangsari tepatnya Rukun Tetangga (RT) 2, Rukun Warga (RW) 1, yang dihuni 90 Kepala Keluarga (KK) diubah menjadi kampung sejuta warna. Program ini bakal terus dikembangkan di kelurahan kumuh lainnya, supaya Bupati Tuban kembali menyabet Adipura.

Alasan Karangsari menjadi pilot projek kampung sejuta warna, karena kesadaran masyarakatnya akan kebersihan lingkungan tinggi. Sejak tahun 2015, aksi bersih Sungai Mangunjoyo dimotori oleh Ketua RT 2, Widodo.

Akhirnya tindakan tersebut memperoleh gayung bersambut dari pemkab, dengan bukti pada bulan Desember 2017 APBD mengalir ke RT 2. Bersama penyandang dana swasta, pengecatan kampung sejuta warna Karangsari telah masuk 20%.

Terpilihnya Karangsari menjadi pilot projek Kampung Sejuta Warna membuat bangga Lurah Karangsari, Ghatut Dwi Cahyono. Pria ramah ini, berangan-angan kampungnya menarik wisatawan untuk berkunjung. Ada beberapa spot yang bisa dipakai untuk swafoto.

“Para pemuda juga ingin kampungnya maju dan menjadi destinasi wisata pesisir,” sergahnya.

Baca Juga :   Pedagang Bensin Eceran Serbu SPBU

Untuk mempercantik wilayahnya, Ghatut juga bekerjasama dengan seniman lokal. Pada kesempatan tersebut, terjadi transfer ilmu supaya pemuda Karangsari tergugah ekspresinya.

Di akhir pertemuan, Dinas PRKP bakal mengembangkan program ini ke Kecamatan Palang. Di wilayah stasiun pipa minyak dari Lapangan Banyuurip, Blok Cepu diakui Lilik, pesisir pantainya butuh diperhatikan. Dilanjutkan ke Kecamatan Jenu, yang merupakan lokasi berdirinya proyek Kilang NGRR Tuban patungan Pertamina dengan Rosneft Oil Company asal Rusia.(Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *