SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Sejumlah warga yang tergabung dalam kelompok penambang sumur tua turut menghadiri kunjungan Kapolda Jatim, Irjen Pol Anton Setiadi ke Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupeten Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (05/10/2015).
Dalam kesempatan tersebut, warga menyampaikan persoalan pengelolaan sumur tua paska pergantian pengelolaan dari KUD ke Paguyuban dirasa belum ada perubahannya.
“Walaupun pengelolaannya telah diganti sampai saat ini belum ada perubahannya sama sekali,” kata salah satu warga, Junardi, saat dialog dengan Kapolda, dengan kelompok penambang di Balai Desa Wonocolo.
Dia meminta agar operator sumur tua Pertamina Asset 4 Filed Cepu bertanggung jawab atas persoalan yang dihadapi penambang. Menurut dia, kelompok penambang belum sepenuhnya mendapat perhatian dari Pertamina. Padahal penambang juga ingin melakukan pengembangan sumur baru.
“Pertamina harus bertanggung jawab dengan masalah ini,” imbuhnya.
Selain itu, warga meminta agar diberikan pemahaman soal regulasi pengelolaan sumur tua. Sehingga nantinya, potensi pelanggaran aturan pada saat melakukan penambangan dapat diantisipasi. Sebab, saat ini regulasi pengelolaan sumur tua dinilai masih belum jelas paska dicabutnya Permen Nomor 1 Tahun 2008.
“Kalau dianggap ilegal maka harus diperjelas dan kami diberikan penjelasan,” tuturnya.
Dia ingin pemerintah berpihak kepada masyarakat sumur tua dalam memberikan akses kemudahan dalam penambangan minyak di wilayah sumur tua seperti halnya perusahaan minyak asing yang ada di Bojonegoro. Hampir sebagian besar warga menggantungkan pendapatan dari pengelolaan minyak tua.
“ExxonMobil dan Petrochina itu bisa mengebor minyak karena diberikan ijin. Tapi kenapa masyarakat tidak,” gerutunya.
Menanggapi hal itu, Kapolda Jatim, Irjen Anton Setiadi, berjanji akan mengkomunikasikannya dengan Pertamina. Anton menyatakan, pihak kepolisian dan TNI yang ada di sumur tua fokus dalam pengamanan, karena sumur tua merupakan objek vital milik negara.
“Seharusnya memang ada pelatihan kepada warga. Atau bahasanya capacity building kepada kelompok penambang. Nanti akan saya sampaikan ke Pertamina,” tutur Kapolda.
Sekadar diketahui, Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiadi melakukan kerja ke wilayah sumur tua di Kecamatan Kedewan. Kapolda bersama rombongan tiba di lokasi sekira jam 16.00 WIB dan melakukan dialog dengan warga. Kapolda meninggalkan lokasi sekira jam 18.00 WIB. (Roz)