SuaraBanyuurip.com -Â Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memonitoring dan menganalisis kondisi cuaca dalam sepekan terakhir menunjukkan adanya peningkatan kejadian cuaca signifikan. Hujan lebat – sangat lebat terjadi di sebagian wilayah Indonesia termasuk Jawa Timur, yang berdampak genangan, banjir, longsor, dan banjir bandang.
Dalam keterangan resmi, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Mulyono R. Prabowo menuturkan dalam satu pekan ke depan, 9 – 16 November, berdasarkan pantauan dan analisis menunjukkan curah hujan dengan intensitas lebat masih berpeluang terjadi yang dapat berpotensi mengakibatkan bencana Hidrometeorologi antara lain; genangan, banjir, longsor, banjir bandang, dan puting beliung.Â
“Kondisi cuaca seperti ini dipicu oleh adanya aktifitas aliran massa udara basah (fenomena Madden Jullian Oscillation atau MJO dari Samudera Hindia sebelah barat Sumatera yang menuju ke wilayah Indonesia terutama Indonesia bagian barat dan tengah yang menyebabkan kondisi atmosfer wilayah tersebut sangat basah,” ujarnya.
Prabowo menjelaskan pada skala lokal proses konveksi atau pemanasan dan penguapan lokal juga turut mendukung adanya pembentukan dan pertumbuhan awan – awan hujan. Adanya pola sirkulasi angin tertutup atau siklonik yang berada di Samudera Hindia perairan barat Sumatera dan Laut Cina Selatan bagian barat perairan Kepulauan Natuna mempengaruhi pola pergerakan angin sehingga terbentuk pola belokan, pertemuan dan perlambatan angin di beberapa wilayah tersebut.Â
“Kondisi tersebut mengakibatkan peningkatan curah hujan yang signifikan di wilayah Indonesia bagian barat dan tengah,” tegasnya.
Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di sekitar wilayah Indonesia dalam periode sepekan ke depan, antara lain : Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Juga Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku Utara, Papua Barat, Papua
“Sedangkan potensi potensi gelombang tinggi 2.5 hingga 4.0 meter diperkirakan terjadi di Samudera Hindia barat Aceh, Samudera Hindia barat Kep. Nias, Samudera Hindia barat Kep. Mentawai, Samudera Hindia barat Bengkulu,” tambah Prabowo.
BMKG mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, puting beliung, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin.(rilis BMKG)