SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko
Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Brabowan, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa Timur meminta kepada kontraktor pelaksana proyek Engineering, Procurement and Construction (EPC) Banyuurip, Blok Cepu agara tenaga kerja (Naker) lokal tetap dipertahankan selama subkon masih aktif bekerja di proyek Banyuurip.
“Saya minta kepada perusahaan yang terlibat di proyek Banyuurip untuk tetap melibatkan naker lokal. Utamanya naker yang dari warga Brabowan,” kata Kepala Desa Brabowan, Kecamatan Gayam, Sukiran, kepada suarabanyuurip.com, Jumat (30/10/2015).
Sukiran, mengatakan, permintaan itu disampaikan saat para petinggi PT Tripatra – Samsung dan Perwakilan dari EMCL datang ke Desa Brabowan untuk berpamitan sudah tidak mengerjakan proyek EPC-1 karena sudah selesai pekerjaannya dan habis kontrak, Senin (26/10/2015) lalu.
“Pada waktu itu, saya sampaikan agar Tripatra bersama perwakilan dari EMCL, untuk naker dari desa kami agar tetap dipertahankan selama subkonya Tripatra masih aktif bekerja di proyek Blok Cepu,” kata Sukiran, kepada suarabanyuurip.com, Jumat (30/10/2015). “Terkecuali kalau memang benar benar subkonya juga sudah habis kontrak,” lanjutnya.
Dalam diskusinya waktu itu, dia juga mengharapkan kalau memang Tripatra sudah habis kontrak, lalu dapat kontrak baru, semisal di lokasi proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB), agar tetap melibatkan warga Brabowan sesuai data nama yang sudah dikirim di Disnakertransos tersebut benar-benar diperhatikan dan direkrut lagi oleh pihak Tripatra.
“Terutama bagi pekerja yang punya dedikasi tinggi dengan perusahaan atau yang kinerjanya bagus,Mas,” .
Menurut Sukiran, selaku Kades Brabowan bagaimanapun letak Desa Brabowan ini sangat berdekatan dengan sumur minyak Banyuurip, dan sudah pasti banyak dampak yang sangat besar di rasakan oleh warga.
“Jadi langkah kami, tetap ingin warga Desa Brabowan di libatkan dalam ketenagakerjaan, dan mohon diperhatikan betul-betul,” pungkas berharap.
Diberitakan sebelumnya, data naker dari warga Desa Brabowan di Blok Cepu kurang lebih 120 orang. Data ini juga sesuai data yang dikirim di Disnakertransos. Dari data tersebut saat ini kurang lebih 15 orang yang sudah di surplus. (Sam)