SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko
Bojonegoro – Menjelang rampungnya pekerjaan proyek, Kontraktor pelaksana proyek Engineering, Procurement and Construction (EPC) Banyuurip, Blok Cepu dipastikan akan kembali melakukan pengurangan tenaga kerja (Naker) proyek Banyuurip yang bersentra di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Utamanya, naker proyek EPC-1 yang akan di surplus (pengurangan) secara besar-besaran, karena proyek yang dikerjakan PT Tripatra – Samsung ini hampir finising. Bahkan, punggawa Tripatra juga telah melakukan silaturahmi kepada Pemerintah Desa (Pemdes) sekitar proyek Blok Cepu untuk berpamitan. Salah satunya di Desa Brabowan, Kecamatan Gayam, Senin 26 Oktober 2015 lalu.
Kepala Desa (Kades) Brabowan, Sukiran, membennarkan jika pihak Tripatra dan perwakilan dari operator proyek Blok Cepu ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL) telah berpamitan mendekati selesainya proyek EPC-1 yang dikerjakannya.
“Benar, Mas. Pada Senin 26 Oktober 2015 petinggi Tripatra dan perwakilan EMCL datang pamitan, yaitu Pak Ramon, Ario Damar, Budi Karyawan, Fajar Shodik, dan dari perwakilan EMCL Pak Ismail, dan Mr Jhon,” kata Sukiran, kepada suaranyuurip.com, Jumat (30/10/2015).
Dia menjelaskan, dalam diskusinya telah membahas berbagai hal, salah satunya adalah rencana pengurangan ratusan naker. Data naker dari warga Desa Brabowan di Blok Cepu kurang lebih 120 orang. Data ini juga sesuai data yang dikirim di Disnakertransos. Dari data tersebut saat ini kurang lebih 15 orang yang sudah di surplus.
“Memang sudah mulai ada pengurangan lagi, terutama dari subkon PT Tripatra. Seperti, Wifgasindo, KPU, Diskona, Swadaya, dan BMAP, Mas,” jelasnya.
Dengan adanya ratusan naker yang di Surplus pastinya akan berdapak pada kondisi warga sekitar, yaitu pengangguran akan bertambah membeludak kembali. Dampak pengangguran ini yang harus dipikirkan bersama untuk dicarikan solusinya.
“Saya juga sudah menyampaikan ke pihak perusahaan agar naker lokal yang masih kerja tetap dilibatkan jangan di surplus dulu hingga proyek benar-benar selesai. Sementara solusi ini yang bisa kami lakukan, sambil berfikir solusi kedepannya. Agar, gejolak sosial juga bisa dielminir,” pungkasnya. (Sam)