Tropis Sosialisasikan Kampung Hijau

SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Tropis Indonesia, telah menggelar sosialisasi & rembug warga program penanaman pohon lindung di lahan EMCL di luar pagar yang selama ini dimanfaatkan oleh warga sekitar Kecamatan Gayam, Gayam, Bojonegoro, Jawa Timur.

Dalam pres releasenya yang diterima suarabanyuurip.com, Sabtu (07/11/2015), sosialisasi rembug warga dimulai sejak Rabu (04/11/2015) lalu. Salah satunya di rumah, Sawi, Ketua RT 06, Dusun Ledok, Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam.

Sosialisasi itu untuk memberikan pemahaman kepada warga desa yang selama ini sudah menggarap lahan EMCL di luar pagar proyek pengembangan lapangan Banyuurip di Dusun Samben dan Ledok, Desa Mojodelik yang sedianya akan di tanami pohon.

Kasun Samben, Gunawan, meminta warga untuk menyadari dan legowo terkait adanya rencana penanaman pohon lindung dan buah oleh TROPIS Indonesia dan EMCL.

“Sebab, selama ini warga sudah dibebaskan menggarap lahan tersebut tanpa diminta bagi hasil oleh EMCL maupun Pemerintah Desa (Pemdes) Mojodelik,” ujarnya saat memberikan sambutan diacara sosialisasi rembug warga.

Baca Juga :   Warga Gayam Buat Es Krim Jamur Tiram

Ketua LSM Tropis Indonesia, Musadad, mengatakan, dalam sosialisasi dan rembug warga yang dilaksanakan pada malam hari itu, warga mempertanyakan beberapa hal tentang kegiatan di tanah EMCL. Antara lain, penanaman polowijo di bawah tanaman utama, siapakah yang membayar pajak tanah EMCL tersebut.

Sebab sebagian warga mengaku masih membayar pajak tanah tersebut walaupun sudah di beli oleh EMCL. Semisal, tanah seorang warga sebagian terkena pembebasan tapi sebagian tidak, akan tetapi pajak tanah masih dikenakan bayar utuh ke warga.

“Untuk pertanya pertama sudah langsung kami jawab tidak boleh. Sebab belajar dari pengalaman, teori dengan praktek di lapangan tidak sama. Dalam teori, warga penggarap akan merawat sepenuhnya tanaman utama namun prakteknya, tanaman utama malah dikorbankan demi tanaman polowijonya,” ungkapnya.

“Untuk pertanyaan kedua, TROPIS Indonesia menyarankan kepada tim desa untuk membahas jawaban dari pertanyaan warga yang ke-dua ini bersama EMCL, karena yang lebih tau persis adalah Pemdes dan EMCL,” sambungnya.

Dalam kegiatan menanam di tanah EMCL ini akan ditanam sebanyak sekira 6.100 tanam buah dan lindung yang terdiri dari Trembesi diameter 10 cm, Gladag Tiang, Kemiri Sunan, Jambu Merah, Mangga Hokyong dan Bambu Jepang.

Baca Juga :   EMCL - LIMA 2B Latih Timlak Patra Daya Lima Desa

“Untuk Bambu Jepang akan di tanam di kanan dan kiri jalan poros Dusun Samben dan Ledok,” jelasnya.

Ditambahkan, hasil dari Sosialisasi tersebut antara lain, pertama warga penggarap lahan menerima dan legowo apabila tanah EMCL tersebut ditanami pohon lindung dan buah, ke-dua, warga penggarap lahan selama ini, siap merawat pohon lindung dan buah yang akan ditanam oleh TROPIS Indonesia dan EMCL.

Hadir dalam acara sosialisasi rembug warga tersebut adalah, tim desa  yang telah dibentuk oleh Pemdes Mojodelik untuk membantu menangani kegiatan menanam di lahan EMCL, yang terdiri dari seluruh pejabat desa yang berdomisili di Dusun Samben dan Dusun Ledok dan ketua RT nya. (Sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *