Tropis Dropping Air Untuk Siram Tanaman

SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Tropis Indonesia mendropping air dibeberapa titik desa sekitar Ladang Migas Banyuurip, Blok Cepu untuk memenuhi kebutuhan air siraman pada program kampung hijau di musim kemarau ini. Agar kondisi tanaman tetap tumbuh dengan baik.

Salah satunya adalah penyiraman pada tanaman holtikultura. Seperti, Cabe, Tomat, Terong, Labu. Selain itu, juga untuk kebutuhan siraman tanaman buah dan tanaman lindung, seperti Kelapa, Jambu Merah, Gemlina dan Kaliandra.

“Air siraman ini kami kirim ke beberapa titik di Desa Gayam dan Mojodelik yang pada musim kemarau panjang saat ini terdampak kekringan,” kata Ketua LSM Tropis Indonesia, Musadad, kepada suarabanyuurip.com melalui surat elektrik (surel) nya, Minggu (08/11/2015).

Dijelaskan, ada sekitar 14 titik yang menjadi sasaran pendropingan air siraman tanaman tersebut. Antara lain, 2 titik di Kaliglonggong Utara, 2 titik di Kaligloggong Selatan, 4 titik di Sumurpandan, Desa Gayam. Kemudian, di Desa Mojodeliknya di Dusun Sogo; 2 titik, Gledegan; 2 titik, dan Mojo; 2 titik.

Baca Juga :   Tripatra Serahkan 5 Lampu Pengatur Jalan

Dengan cara, ditempatkan di penampungan air yang telah disediakan di halaman rumah penerima program kampung hijau. Setiap titiknya, mampu menampung air kurang lebih 2.500 liter sampai dengan 3.500 liter air untuk kebutuhan siraman tanaman milik 5 Kepala Keluarga (KK).

“Droping air akan kami lakukan terus menerus selama musim kemarau,” ujarnya.

Diharapkan, dengan dropping air siraman ini warga penerima program lebih giat lagi dalam merawat tanaman yang telah ditanamnya. “Diperkirakan saat musim penghujan nanti antara bulan Januari – Pebruari harga Cabe dipasaran akan melonjak,” tuturnya.

Dalam program Kampung Hijau, telah ditanam kurang lebih 15 ribu tanaman holtikultura, dan direncanakan akan ditanam kembali dengan jumlah yang sama. Dengan dimulai pada bulan November 2015. Untuk tanaman buah dan lindung  sekitar 2.730 tanaman yang ditanam dipekarangan warga. Sedangkan, ada sekira 6.100 tanaman Buah dan Lindung yang akan di tanam di lahan milik EMCL yang berada di luar pagar proyek.

“Semua itu menyebar di Desa Gayam, Brabowan, Bonorejo dan Mojodelik, Kecamatan Gayam,” jelasnya.

Baca Juga :   PT ADS Bantu Peralatan Produksi Pengrajin Tahu dan Tempe Kelurahan Ledok Kulon Bojonegoro

Kasun Sogo, Suyono, mengaku, bantuan air untuk siraman yang dikirim Tropis sangat tepat, sebab air menjadi penting bagi tanaman saat musim kemarau seperti ini. “Untuk mandi saja kami harus berebut dan syukur ada kiriman air siraman,” ujarnya.

“Susah menghidupkan tanaman saat ini kalau tidak ada kiriman air, Pak. Setiap hari sudah ada kiriman air dari EMCL maupun kontraktor lokal, tapi itu untuk mandi dan masak. Kalau yang ini kan beda, untuk siraman tanaman dan sudah ada pupuknya,” sambung Misri, salah satu Kader Lingkungan Kaliglonggong Utara. (Sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *