Banyak Pencurian di Dekat Polsek

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Bojonegoro- Sepanjang jalan Wonosari – Sambeng, Desa Sambeng, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, rawan tindak kejahatan. Dalam sepakan terakhir terjadi dua kali pencurian dengan sasaran warung makan tanpa penghuni.

Dua warung di wilayah tersebut dibobol maling pada malam hari saat tidak ada penghuninya. Tidak sedikit barang yang dibawa kabur sehingga mengakibatkan kerugian bagi pemiliknya.

Bahkan, menurut warga sekitar, sepanjang jalan tersebut menjadi lokasi setrategis untuk melakukan tindak kejahatan. Selain sepi, juga minim penerangan.

Aksi pencuri ini tergolong nekat. Karena sekitar 200 meter dari tempat kejadian terdapat Polsek Kasiman. Namun, ironisnya, dari beberapa kejadian tersebut, warga enggan melaporkannya ke pihak polisi.

Alasan warga sederhana. Mereka tidak mau ribet karena setiap melapor bukan penyelesaian yang didapat, namun korban harus mengeluarkan uang untuk masalah yang dilaporkannya.

Rumini, pemilik warung yang menjadi korban pencurian menuturkan, warung miliknya dibobol maling pada Minggu, (7/12/2015) malam kemarin. Tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram dan sejumlah barang lainnya raib digondol maling.

Baca Juga :   Kapolres Minta Penyebaran Paham Radikalisme Dihentikan

“Saya tahunya Senin pagi,” katanya kepada suarabanyuurip.com, Selasa (8/12/2015).

Pencurian itu pertama kali diketahui adiknya ketika hendak membuka warung. Ia mengetahui gembok pengunci pintu telah rusak, dan tidak berani melanjutkan niatnya untuk membuka warung.

“Dia langsung memberitahu saya, dan saya langsung menuju warung. Ternyata benar, gembok warung telah rusak dan setelah saya cek, gas elpiji dan beberapa barang lain ikut hilang,” jelasnya.

Rumini mengungkapkan, pencurian ini bukan hanya menimpa warungnya. Sebelumnya, warung lain juga disatroni maling. Elpiji beserta barang dagangan lain juga habis digondol maling.

“Pemiliknya sampai histeris,” kata dia.

Saat disinggung kenapa tidak melapor pada polisi ? Rumini mengaku tidak mau ribet. “Saya iklaskan saja, Mas,” ungkapnya.

Sementara itu, Tomo, warga lain membenarkan hal itu. Menurutnya, sepanjang jalan ini bukan hanya rawan maling. Akan tetapi juga rawan jambret.

“Ini sudah sangat meresahkan warga.  Perlu mendapat perhatian aparat keamanan,” tegasnya.

Masyarakat sekitar enggan berurusan dengan polisi. Karena dari pengalaman mereka bukan penyelesaian yang didapat.

Baca Juga :   Disnakertransos Gelar Demo Masak Darurat

“Tapi uang harus keluar untuk penanganan kasus,” tutur Tomo.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *