SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Munculnya Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di sejumlah daerah yang belakangan ini meresahkan diantisipasi dengan cepat oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Lamongan, Jawa Timur. Lembaga plat merah itu mengeluarkan radiogram kepada camat dan kepala desa (Kades) di wilayah setempat agar cepat melaporkan jika menemukan warganya yang lama menghilang.         Â
“Saat ini sedang ramai diungkap kegiatan terlarang yang dilakukan Gafatar. Radiogram ini sebagai tindakan antisipasi, dan pencegahan dini,†ujar Kepala Bakebaspong Lamongan, Sudjito melalui Kabag Humas dan Infokom, Sugeng Widodo kepada suarabanyuurip.com, Kamis(14//2016) kemarin.
Harapannya, camat dan Kades beserta jajaran perangkat di desa agar waspada jika menemukan warganya yang lama menghilang.
“Agar segera melapor kepada aparat keamanan, sehingga bisa dilakukan tindakan pencegahan, “ sebut dia.
Terkait indikasi keterlibatan warga Lamongan, Su’udi, seorang guru di SMAN Karangbinangun, Sugeng menyatakan perlu ada penyelidikan yang lebih mendalam.
Namun demikian, dia tidak memungkiri adanya aktifitas kegiatan Gafatar di Lamongan. Hanya saja itu terjadi jauh sebelum keberadaannya menjadi atensi nasional. Kegiatan yang mereka lakukan juga bersifat sosial.
Sugeng mengungkapkan, di medio tahun 2011, Gafatar diketahui sempat melakukan kegiatan sosial donor darah dan bersih-bersih makam leluhur Lamongan, yakni di makam Mbah Lamong, Mbang Tumenggung dan Mbah Sabilan.
Su’udi sendiri sampai saat ini belum diketahui keberadaannya sejak diketahui meninggalkan rumah kontrakannya di RT 001 RW 005 Desa Sidorejo Kecamatan Deket pada 2 Oktober 2015.
Berdasarkan keterangan Suparto, Ketua RT setempat, dia sempat pamit bersama isteri dan kelima orang anaknya menuju Samarinda/Kalimantan Timur.
Sementara dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan oleh Satreskrim Lamongan pada 13 Januari 2016, di rumah kontrakan Su’udi ditemukan buku proposal aksi sosial Gafatar, formulir keanggotaan, janji anggota dan sejumlah selebaran terkait Gafatar.
Olah TKP itu dilakukan sebagai tindak lanjut laporan kehilangan anggota keluarga oleh Moh. Hasan, kakak kandung Su’udi, ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Lamongan pada 13 Januari 2015.
Dalam laporannya, Su’udi diketahui telah menjual rumahnya di Jalan Samarinda GKB Gresik sejak setahun lalu dan mengontrak rumah almarhum H Suyanto di Desa Sidorejo, Kecamatan Deket. Namun ketika mencari keberadaan adiknya pada 3 November lalu di Desa Sidorejo, dia malah mendapati rumah dalam keadaan kosong. Dia juga mendapat informasi, adik bersama seluruh anggotan keluarganya pergi ke Samarinda.(tok)