SKK Migas Minta, Kontraktor KKS Tetap Lakukan Eksplorasi

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Jakarta – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) meminta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk tetap melaksanakan kegiatan eksplorasi meskipun harga minyak dunia sedang turun.

“Kalau eksplorasi dilakukan sekarang, cost-nya relatif lebih rendah dibanding tahun lalu. Dengan harapan, nanti kalau discovery, waktu development cost-nya juga lebih rendah dan, nanti waktu onstream harga minyak sudah waktunya naik,” ujar Kepala SKK Migas, Amien Sunaryadi melalui release yang diterima Suarabanyuurip.com, Senin (25/1/2016).

Kegiatan hulu migas terdiri atas dua kegiatan utama, yaitu eksplorasi dan produksi. Kegiatan eksplorasi adalah tahap awal dari seluruh rangkaian kegiatan hulu migas. Secara umum, aktivitas eksplorasi meliputi studi geologi, studi geofisika, survei seismik, dan pengeboran eksplorasi.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk menemukan cadangan baru, baik di wilayah kerja yang sudah berproduksi maupun di wilayah kerja yang belum diproduksikan. Eksplorasi menjadi kunci ketersediaan sumber daya migas di masa mendatang.

“Saat ini Indonesia memiliki 228 wilayah kerja eksplorasi yang tersebar di seluruh nusantara,” tukasnya.

Baca Juga :   SKK Migas Sarankan Gandeng Institusi Hukum

Berdasarkan hasil pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran atau Work Program and Budget (WP&B) tahun 2016, program eksplorasi yang direncanakan tahun ini antara lain adalah pengeboran 151 sumur eksplorasi, seismik 2D sepanjang 11.126 kilometer, dan seismik 3D seluas 5.361 kilometer persegi.

Amien, mengatakan, kondisi harga minyak dunia saat ini memang sangat memberikan pengaruh terhadap kegiatan eksplorasi dan produksi migas di Indonesia. Untuk itu, SKK Migas sudah menyusun sejumlah strategi untuk menghadapi hal ini.

Strategi awal yang diusung SKK Migas adalah efisiensi pada industri hulu migas, baik efisiensi dalam penggunaan pengeluaran capital (capital expenditure) maupun pengeluaran operasional (operating expenditure).

Efisiensi ini dapat diimplementasikan melalui optimasi kegiatan pengeboran pengembangan, peningkatan kegiatan kerja ulang dan perawatan sumur serta mempertahankan keandalan fasilitas produksi. Selain itu perlu dilaksanakan pula negosiasi harga dengan penyediaan barang dan jasa.

“Untuk proyek yang sangat terpengaruh harga minyak, penting untuk direview ulang,” terang Amien.

Amien, menegaskan, SKK Migas terus berupaya meningkatkan kinerjanya, yaitu dengan meningkatkan efisiensi kerja, meningkatkan koordinasi dengan instansi pemerintah terkait implementasi peraturan dan perizinan, dan memberi asistensi kepada Kontraktor KKKS. (Rien)

Baca Juga :   EPC 5 Terkendala Perda Konten Lokal?

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *