SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Berbagai kalangan baik lokal maupun regional, mengecam pembuatan website baru media centre yang dilakukan oleh Humas dan Media Pemerinth Daerah (Pemda) Tuban, Jawa Timur. Pembuatan website tersebut dinilai membuang anggaran. Padahal Pemda telah lama memiliki website sebagai media sosialisasi ke publik.
“Banyak anggaran yang terbuang sia-sia atas pembuatan media centre,†kata Jurnalis Bisnis Surabaya, Imam Suroso, kepada Suarabanyuurip.com, ketika dikonfirmasi di Tuban, Kamis (04/02/2016).
Dia menilai, bagian Humas dan Media Pemda gagal memahami intruksi dari Bupati Fathul Huda, maupun Wabup Tuban, Noor Nahar Husain. Padahal konsep awal media centre berisi release, setiap aktifitas maupun laporan anggaran Satuan Kerja (Satker) Pemda setempat.
“Bukan hanya kegiatan ceremonial semata yang diposting,†ungkapnya dengan nada geram.
Kecaman juga datang dari aktifis Forum Indonesia Tranparansi Anggaran (FITRA) Jawa Timur, Miftahul Huda. Dia mempertanyakan keberadaan website baru tersbeut. Apa fungsi dan manfaat bagi publik.
“Idealnya website baru dapat dijangkau oleh publik dua arah, baik melalui pesan singkat, WA, FB, maupun twitter,†sambungnya.
Alumnus Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tuban tersebut, menyarankan Pemda sebaiknya lebih mengotimalkan website yang tersedia, bukan malah membuat yang baru.
Apabila dilihat dari sisi segmentasi, media centre tidak ada komunikasi dua arah dengan publik. Hanya kegiatan seremonial Satker yang ditampilkan, dan aksesnya juga lama. Padahal di subag Humas sendiri juga memilki website radio yang komunikatif.
“Publik selalu bertanya apa urgensinya media centre,†ujarnya.
Pihaknya meminta keberadaan media centre dapat dikaji ulang, dan apabila telah terlanjur dapat bersinergi dengan jurnalis setempat.
Terpisah, Kabag Humas dan Media Pemkab Tuban, Teguh Setya Budi, mengelak bahwasanya selama ini website http://www.tubankab.go.id/yang mengelola Satker. Sedangkan media centre http://mediacenter.tubankab.go.id/, sebagai media komunikasi Humas dengan publik sekaligus Satker yang ada.
“Selama ini media Pemda langsung dipegang Bappeda,†tandasnya.
Pihaknya bersedia apabila Bupati Fathul Huda menghendaki semua pengelolaan informasi fokus di satu titik. Apakah hanya di website Pemda, maupun di media centre.
Diketahui, Pemkab Tuban telah mengalokasikan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2016 untuk Humas dan Media Setda sebesar Rp. 545.195.000. terkait pengembangan komunikasi informasi di bidang humas dan pers.
Rinciannya untuk belanja pagawai Rp 28.485.000, belanja bahan habis pakai Rp 5.210.000, belanja bahan dokumentasi Rp 35.000.000, belanja jasa dokumentasi, iklan dan publikasi Rp 410 juta, serta penggandaan dokumentasi Rp 17 juta, logistik Rp 7 juta, perjalanan dinas Rp 21.500.000 dan dana transportasi Rp 21 juta. (Aim)