SI Tak Miliki Data Naker Ring 1

SuaraBanyuurip.comAli Imroin

Tuban – Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan (Dinsosnaker) Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mengaku kecewa dengan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk karena tidak memiliki data valid terkait jumah warga ring 1 yang bekerja di perusahaan. Padahal data tersebut sangat vital untuk mengetahui pemerataan perekrutan Naker sekitar industri.

“Bagaimana menejemennya sampai tidak ada datanya,” tegas Kepala Dinsosnaker Tuban, Nur Jannah, kepada suarabanyuurip.com, ketika ditemui usai hearing bersama karang taruna (Kartar) di kantor utama PT SI, Jumat (05/01/2016).

Pihaknya mendesak dalam waktu dekat data tersebut sudah ada, sehingga pemerintah kabupaten (Pemkab) dapat mengakomodir warga yang sudah bekerja maupun yang belum bekerja di perusahaan.

“Minimal data tersebut sudah ada ketika hearing bersama DPRD besuk Selasa tanggal 9 Pebruari,” imbuhnya.

Nur Janah menilai, tak sepantasnya perusahaan sekelas BUMN tidak memiliki data Naker ring 1. Apalagi selama ini pemkab tidak pernah menerima informasi perekrutan Naker, apakah sudah diprioritaskan warga sekitar industri atau sebaliknya.

“Ketika diminta ikut dalam bursa kerja job fair saja tidak respons,” kata dia mengungkapkan.

Baca Juga :   Bandara Ngloram Belum Diminati Perusahaan Migas

Pemkab setiap pertengahan tahun pasti menggelar bursa kerja bagi lulusan SMA sederajat. Tetapi bagian SDM dan perekrutan Naker SI tidak pernah briktikad baik membuka peluang kerja bagi lulusan SMA.

Terbukti, Job Fair tahun 2015 kemarin dibuka 3 hari, dan saat itu PT SI juga membuka lowongan kerja (Loker) untuk umum.  Parahnya sebelum bursa kerja di gelar, Loker PT SI ditutup sepekan sebelumnya.

“Padahal kami telah mengubungi melalui email, maupun surat langsung,” tegasnya.

Dinsosnaker meminta kejadian ini tidak terulang kembali di periode berikutnya, mengingat angka pengangguran di Tuban sampai akhir tahun 2015 mencapai 3,6 persen dari 569.185 jiwa angkatan kerja.

Sementara, Kabiro Humas dan CSR PT SI, Wahyu Darmawan, mengakui sampai saat ini pihaknya kesulitan mengakomodir data tersebut. Baik data Naker yang bekerja di induk, maupun di 8 anak perusahaan BUMN tersebut.

“Kami kesulitan mendata jumlah Naker,” sambungnya.

Kedepan pihaknya bakal mengintruksikan anak perusahaannya untuk mendata Naker, selain itu memprioritaskan warga ring 1 apabila ada rekrutmen Naker. Penyebabnya sesuai dengan izin prinsip poin 3 dan 6 terkait, priorotas perekrutan naker warga ring 1, dan kewajiban menyejahterkaan masyarakat sekitar perusahaan.

Baca Juga :   Polisi Bekuk Lima Penjudi Remi

Selaku perusahaan pelat merah pihaknya berkomitmen mengurangi angka pengangguran di Tuban. Minimal sesuai angka yang dipatok oleh International Labour Organization (ILO), sebesar 3 persen.

“PT SI komitmen menurunkan angka pengangguran sesuai patokan ILO,” pungkasnya.(aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *