Banjir Terjang Empat Kecamatan di Tuban

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Sedikitnya ada empat kecamatan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, sejak hari Senin (08/02/2016) malam telah diterjang banjir. Akibatnya puluhan hektar area pertanian terancam puso, dan ratusan rumah warga tergenang air.

Empat kecamatan tersebut meliputi, Kecamatan Tuban, Senori, Rengel, dan Widang, Tuban.

“Hujan lebat tadi malam berlangsung lama,” kata Camat Tuban, Agus Hanafi, kepada Suarabanyuurip.com, ketika dikonfirmasi melalui teleponnya, Selasa (09/02/2016).

Diketahui, hujan lebat yang mengguyur Tuban sejak pukul 15:30 WIB tersebut sangat lama, dan baru reda sekira pukul 23:00 WIB. Salah satu akibatnya tanggul Avour yang terlatak di Dusun Bogorejo, Desa Sumurgung, Tuban, jebol, karena tidak mampu menampung luapan Sungai Jambon.

Sekira 200 Kepala Keluarga (KK) di Desa Sumurgung, Kecamatan Tuban terendam air, dan sekira 5 hektar sawah di wilayah setempat juga tergenang.

“Kerugiannya ditaksir Rp 150 juta,” jelasnya.

Sementara, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban, Joko Ludiono, membenarkan bahwa Avour Jambon telah meluap tadi malam, hingga mengakibatkan jebol sepanjang 7 meter.

Baca Juga :   Kapolda Jatim Pantau Jalur Mudik Tuban

“Titik jebolnya di sebelah selatan relokasi sebelumnya,” sambungnya.

Selain itu, banjir juga menerjang dua desa di Kecamatan Senori, meliputi, 7 rumah di Dusun Lanjam, Desa Sidoharjo, Senori, dan 3 rumah tergenang air di Dusun Doan, Desa Kaligede, Senori.

“Lainnya di Dusun Tapen, Desa Sidorejo, akibat luapan sungai setempat” tambahnya.

Lebih parah lagi, sekira 145 hektar sawah di Kecamatan Rengel terendam air. Rinciannya, 10 hektar di Desa Ngadirejo, 5 hektar di Desa Rengel. 50 hektar di Desa Sawahan, 20 hektar Desa Bulurejo, 10 hektar Desa Maibit, 10 hektar Desa Prambon Wetan, dan 40 hektar di Desa Kanorejo, Rengel.

“Rata-rata ketinggiannya 30 sampai 50 cm,” ujarnya.

Selain itu, banjir juga menggenangi ruas jalan di Kecamatan Widang yang terletak di bantaran Sungai Bengawan Solo.

Diketahui, Tinggi Muka Air (TMA) Bengawan Solo hingga pukul 24:00 WIB, menunjukkan, titik Karangnongko 26.68 pieschaal (cendurung turun), Bojonegoro 14.50 pieschaal (siaga kuning) dan debit air terus naik, selain itu Babat 7.66 piescahaal (Siaga Kuning) dan TMA naik terus.

Baca Juga :   Semifinal PTF Blora Larang Pemain Baru

Terkait total kerugian akibat banjir, pihaknya belum mengetahui secara pasti. Penyebabnya dimungkinkan Sungai Bengawan Solo naik kembali, karena mendapat kiriman air dari hulu.

“Saat ini tim BPBD masih siaga antisipasi banjir susulan,” pungkasnya. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *