Berkat Proyek EPC-1, Bisa Lunasi Cicilan Motor Baru

SuaraBanyuurip.comAthok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro- Bagi Riyanto, memiliki sepeda motor keluaran terbaru awalnya hanya sebuah mimpi. Maklum,  Pemuda Gayam satu ini tidak seperti  rekan-rekan sebaya-nya, yang bisa dengan mudah minta dibelikan motor orang tuanya.

‘’Saya cukup tahu diri mas untuk minta motor kepada orang tua. Saya ini siapa loh mas? kok beraninya minta motor sama orang tua. Sedangkan orang tua saya bukan orang yang berada,’’ ungkap Riyanto saat ditemui Suarabanyuurip.com di lokasi parkir proyek EPC-1.

Namun, kehadiran PT Tripatra Engineers And Constructors, yang menjadi kontraktor proyek EPC-1 Banyuurip  untuk membangun konstruksi pengolahan minyak milik Exxonmobil Cepu Limited (EMCL), membuka jalan bagi Riyanto untuk meraih mimpinya. Meski  dirinya minim pengalaman, namun kebijakan di EPC-1 yang mengutamakan warga sekitar untuk ikut bekerja di proyek, membuat Riyanto bersama ribuan warga Kecamatan Gayam ikut merasakan berkahnya.

Di awal-awal proyek, Riyanto memang masih membonceng temannya untuk berangkat dan pulang kerja. Namun di bulan-bulan berikutnya, dia sudah memberanikan diri untuk membeli sepeda motor, meski dengan cara kredit.

Baca Juga :   Rela Berhenti Mengajar dan Memilih Jadi Sukarelawan

‘’Dulu saya memang mampunya kredit mas, sedangkan gaji yang saya dapatkan dari hasil kerja di EPC-1 di awal-awal proyek saya gunakan untuk uang muka kendaraan bermotor,’’ ujar Riyanto.

Kini, menjelang akhir proyek EPC-1, Riyanto mengaku lega, karena seluruh cicilan kendaraan bermotor yang selama ini menjadi bebannya telah lunas. Selain itu, dirinya juga mengaku masih memiliki tabungan untuk sekedar bertahan, hingga mendapatkan pekerjaan baru di proyek yang lain.

Pengakuan Riyanto tersebut juga dibenarkan oleh Kepala Urusan Umum Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Suparno. Menurutnya, dampak kehadiran  proyek EPC-1 Banyuurip memang luar biasa, terutama bagi warga sekitar.

“Kalau dari sisi peningkatan ekonomi warga, jelas banyak yang meningkat perekonomiannya karena proyek EPC-1 ini. Saya bukannya omong kosong, faktanya memang seperti itu,” kata Suparno.

Namun demikian, Suparno juga menyadari, tidak semua warga berpikir panjang untuk menabung. Bahkan banyak juga yang lupa diri dan menghambur-hamburkan uang hasil bekerja di proyek, sehingga penghasilan mereka habis tanpa sempat membeli barang-barang kebutuhan pokok yang mereka perlukan.

Baca Juga :   Sebidang Tanah Jadi Mimpi Buruk Soecipto

“Kalau dari pemasukan, jelas lebih tinggi, karena standar proyek Tripatra di EPC-1 setahu saya jauh diatas UMR Bojonegoro.  Penghasilan warga banyak juga yang dibelikan motor dan barang lainnya. Jadi jangan heran kalau pekerja proyek EPC-1 motornya bagus-bagus.  Tapi semua itu kan tergantung bagaimana mereka mengatur keuangannya,” tutur Suparno.  (Roz)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *