SuaraBanyuurip.com -Â
Kepedulian kepada warga sekitar operasi tetap menjadi bagian dari kinerja Pertamina EP Asset 4. Melalui bantuan lampu penerangan jalan kini jalan antardesa di wilayah Senori, Tuban tak lagi gelap.
WALAU potensi sumur minyak Tapen di Desa Sidoharjo, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban tak sebesar sumur lainnya, namun tak menyurutkan Pertamina EP Asset 4 memberikan program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk warga sekitar operasi.
Bantuan sosial terbaru diberikan kepada warga berupa lampu penerangan jalan umum, dengan sumber energy berupa solar cell (tenaga surya). Bantuan ini ditempatkan di kawasan jalan yang menghubungkan Desa Sidoharjo dengan Desa Sembung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban.
Ada 20 titik lampu tenaga sinar matahari disebar di kawasan jalan pedesaan tersebut. Warga sekitar maupun pengguna jalan tak lagi khawatir walau aliran listrik dari PLN padam. Terlebih kawasan desa tepi hutan itu, termasuk rawan terhadap tindak kejahatan.
“Dengan adanya bantuan lampu penerangan jalan dari Pertamina ini, kami tak khawatir lagi kalau lewat jalan ini di malam hari,†kata Anis (28), warga setempat saat ditemui di Dusun Tapen, Desa Sidoharjo. Â
Pengguna jalan lain menyatakan, nilai manfaat dari bantuan lampu penerangan jalan pada tahun 2015 tersebut sangat besar. Sebelum ada bantuan dari Pertamina kawasan jalan yang menghubungkan dua desa tersebut sangat gelap.
“Yang menyenangkan itu walaupun listrik padam, lampu jalan disini tidak ikut mati,†ujar Rahmad di samping pengguna jalan lain saat ditemui di kawasan pertigaan Tapen.
Ruas jalan ini sangat fital bagi masyarakat. Jalan ini pula yang menghubungkan Desa Sidoharjo, Desa Banyuurip, dan Desa Jatisari ke kota Kecamatan Senori. Warga merasa penempatan lampu jalan di jalan tersebut sangat tepat, dan manfaatnya dirasakan langsung oleh warga dan pengguna jalan.
“Dulu sebelum ada lampu bantuan Pertamina jika listrik padam, jarang yang berani lewat jalan sekitar situ,†kata Mamat pengguna jalan asal Desa Wonosari.
Bantuan lampu penerangan jalan umum tersebut, menurut Public Goverment Relation and CSR Staff PT Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Aulia Abriani, sebagai bentuk tanggung jawab sosial dari Pertamina EP kepada warga sekitar operasi. Sekaligus sebagai wujud realisasi dari aspirasi, dan permintaan warga sekitar.
Sebelum memberikan bantuan perusahaan melakukan survei terlebih dahulu. Survei juga untuk mengetahui dan menentukan prioritas kebutuhan warga saat itu.
Hasil survei menemukan kondisi penerangan di desa setempat masih sangat kurang. Apalagi warga juga meminta diberi bantuan lampu penerangan jalan di desanya. Untuk itu pula Pertamina EP memutuskan untuk memberikan bantuan lampu penerang jalan, dengan tenaga dari surya agar jika listrik padam masih bisa menyala.
“Kami memilih memberikan lampu solar cell karena itu yang dibutuhkan oleh warga, jalan poros desa ketika itu belum ada pencahayaan yang memadai, †terang perempuan muda ramah ini panjang lebar.
Sebenarnya bantuan lampu solar cell dari Pertamina EP tak hanya di Desa Sidoharjo. Desa lain yang ikut merasakan bantuan serupa diantaranya, Desa Medalem sebanyak tiga unit, Wangklu Kulon tiga unit, Jatisari tiga unit, Wangklu Wetan 10 unit, dan Desa Banyuurip enam unit.Â
Secara terpisah, Camat Senori, Eko Julianto, menilai, keseriusan Pertamina EP dalam menyalurkan bantuan CSR adalah bukti tanggung jawab perusahaan kepada warga. Apalagi bantuan lampu penerangan jalan di ruas jalan antardesa di wilayah kerjanya, sangat membantu mobilitas warga dalam beraktifitas di malam hari.
“Pemerintah desa di Senori ini sangat mengapresiasi bantuan Pertamina EP, lampu solar cell tidak memerlukan listrik sehingga menghemat penggunaan listrik desa,†kata Eko Julianto.
Eko Yulianto berharap, Pertamina memberikan lebih banyak lagi program bantuan kepada warga sekitar sumur pemboran. Masih banyak warfga yang membutuhkan bantuan dalam bentuk program, agar warga sekitar bisa lebih mandiri secara ekonomi.
“Kami sangat terbantu dengan berbagai program CSR dari Pertamina EP, apalagi kebutuhan untuk pengembangan sosial ekonomi warga juga masih banyak,†pungkas Eko Yulianto. (nurul jamilah)