SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Warga terdampak kegiatan eksploitasi migas Blok Cepu di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mengusulkan adanya mobil ambulan dan tenaga medis kepada operator, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Usulan ini menyusul munculnya bau busuk menyerupai telur busuk yang ditengarai berasal dari Lapangan Banyuurip pada Kamis (25/2/2016) sekira pukul 20. 45 WIB.
“Ambulan dan tenaga medis itu harus stanby di desa-desa terdampak selama 24 jam. Sebab munculnya bau busuk ini tidak bisa diprediksi,” saran Imam, warga Dusun Templokorejo, Desa Gayam kepada www.suarabanyuurip.com, Kamis malam.
Dia mencontohkan, seperti munculnya bau busuk yang terjadi beberapa hari terakhir ini memunculkan kepanikan warga. Karena bau itu begitu menyengat dan warga tak tahu harus berbuat apa untuk mengatasinya.
“Sehingga jika ada warga yang pusing, mual atau pingsan bisa secepatnya mendapat pertolongan,” tegas warga RT37 RW 08 ini.Â
Untuk itu, Imam meminta kepada EMCL segara tanggap pada situasi dan konsidi yang dirasakan warga terdampak sekarang ini. “Apalagi semalam baunya begitu menyengat,” ucapnya.
Bau menyerupai telur busuk yang muncul semalam tidak hanya meresahkan warga Templokorejo. Namun juga warga di Desa Begadon. Dimungkinkan bau busuk itu menyebar sesuai arah angin. Karena Desa Begadon berada cukup jauh dari lokasi pemrosesan minyak mentah Banyuurip yang saat ini dijalankan EMCL. Â
“Secapatnya harus ada tindakan dari operator agar warga tidak panik dan resah,” sambung Kepala Dusun Begadon, Hartoyo dikonfirmasi terpisah.
Tindakan yang dimaksud, lanjut dia, bisa pemberian masker kepada warga di desa-desa terdampak, dan menyiapkan ambulan dan tenaga medis.
“Itu bisa dilakukan EMCL selama flare menyala. Karena sesuai informasi yang saya terima flare itu hanya menyala sementara,” pungkas Hartoyo.
Sejumlah desa di wilayah Gayam yang berada dekat dengan lokasi pemrosesan minyak adalah Desa Mojodelik, Gayam, Bonorejo, dan Brabowan.
Menanggapi munculnya bau busuk itu, Juru Bicara dan Humas EMCL, Rexy Mawardijaya, menyatakan, produksi di Blok Cepu berjalan normal dan dalam operasinya mengutamakan keselamatan.
“Dalam menjalankan operasinya, kami senantiasa mengutamakan keselamatan pekerja, warga dan lingkungan sekitar,” pungkasnya.(rien)