Bagindo Berdalih Saluran Limbah Aman

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban – PT Berkat Agung Indonesia (Bagindo), mengakui jika air limbah pengolahan ikannya meluber ke pemukiman warga Desa Glodok, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, kemarin. Tetapi pihaknya berdalih kalau saluran limbahnya sudah aman.

“Desain saluran limbah kami sudah aman,” kata juru bicara PT Bagindo, Panji, kepada suarabanyuurip.com, ketika ditemui usai bertemu dengan warga Glodok hari Kamis (17/3/2016) kemarin.

 Alasan tersebut berdasarkan tidak adanya laporan dari warga setempat sebelumnya. Jauh sebelum problem limbah muncul, sudah disiapkan beberapa sumur bawah tanah sedalam 60 sampai 75 meter.

Sumur tersebut diproyeksikan menyerap air genangan dari limbah, maupun air hujan saat musim penghujan tiba. Jadi tidak ada tudingan bahwa limbah pengolahan ikan meluber.

“Kita harus cek semua saluran irigrasi, termasuk milik desa,” imbuhnya.

Pihaknya menduga saluran irigrasi pemukiman warga RT 1 dan 2, Desa Glodok tidak berfungsi. Sehingga air yang semestinya mengalir ke saluran, langsung meluber ke jalan Dandeles, dekat pipa milik JOB PPEJ, dan EMCL yang menghubungkan ke FSO Gagak Rimang, di Laut lepas Tuban.

Baca Juga :   Susun Program 2022, FPKT Gayam Gelar Rapat Tahunan

Diketahui, sebelah utara PT Bagindo terdapat tambak udang. Meskipun PT Bagindo tidak beraktifitas, saluran irigrasi di tepi pabrik terus dipenuhi air. Sehingga untuk meyakinkan warga, pihaknya menunjukkan aliran limbah, sampai pengolahannya menjadi air layak pakai.

Sedangkan limbah berupa lumpur, langsung dicampur obat kimia dan bercampur kembali di tanah. Pihaknya memastikan saluran limbah sudah aman, meskipun ada luberan itu dampak dari saluran irigrasi desa yang macet.

“Seharusnya warga juga berpikir tambak udang,” tegasnya.

Sebelumnya, sekira pukul 07:00 WIB, hari Kamis (17/3) kemarin, air imbah PT Bagindo meluber di Jalan Dandeles, dan masuk ke pemukiman warga. Seketika itu sejumlah warga langsung memberitahukan pabrik.

Sekira pukul 11:30 WIB kran saluran limbah yang mengarah, ke irigrasi jalan langsung ditutup. Sehingga limbah tidak mengalir kembali.

“Kami minta saluran limbah dikaji ulang,” pinta salah seorang warga Desa Glodok, Rumali Imron, sambil menunjukkan bekas luberan limbah di pemukiman warga.

Diketahui, letak PT Bagindo berada diperbatasan antara Desa Glodok, dengan Desa Leran, Kecamatan Palang. Selama ini warga Desa Glodok paling merasakan bau busuk, ketika pukul 20:00 WIB.(aim)

Baca Juga :   Sweeping Bonek Temukan Batu

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *