ABDUL Nilai PT SI Abaikan Lingkungan

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Anak Bangsa Peduli Lingkungan (ABDUL), menilai PT Semen Indonesia (PT SI) mengabaikan kualitas udara lingkungan ring 1 di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Senin (28/3/2016).

Sebab, hampir 24 jam kepulan debu dari cerobong besar asap PT SI, tidak henti-hentinya mencemari pemukiman warga  setempat.

“PT SI tidak memprioritaskan lingkungan pabrik,” kata ketua LSM ABDUL Tuban, Sunoto, kepada Suarabanyuurip.com, ketika ditemui usai aksi di lingkungan PT SI, Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek, Tuban.

Selama ini perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut, terkesan tidak mengontrol debu yang keluar dari cerobong asap pabrik. Padahal PT SI berdiri di Tuban kurang lebih 20 tahun, dan saat ini telah beroperasi 4 pabrik produksi semen.

“Hampir semua ring 1 di Kecamatan Kerek, Merakurak, dan Kecamatan Jenu tercemar,” imbuhnya.

Sesuai UU Nomor 32 tahun 2009, tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup menyebut, setiap perusahaan berkewajiban menjaga lingkungan. Serta melindungi ekosistem, daya tampung lingkungan, daya dukung lingkungan, serta Sumber Daya Alam (SDA) baik tanah, air, dan udara.

Baca Juga :   Bekas Galian EPC-3 Makan Korban

“Tetapi selama ini PT SI tebang pilih dalam memberdayakan lingkungan,” tudingnya.

Selain mencemari udara, PT SI juga lamban memperhatikan kondisi infrastruktur jalan. Hampir selama dua pekan terkahir, banyak masyarakat setempat kecelakaan. Sebab, jalan dari pabrik menuju Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek, rusak parah, dan tidak ada Penerangan Jalan Umum (PJU).

“Mau menunggu korban berapa lagi,” sindirnya.

Sementara, Kabiro Humas dan CSR PT SI Tuban, Wahyu Darmawan, beberapa waktu lalu menyebut, soal debu pabrik PT SI telah memproyeksikan proyek Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG), di Kabupaten Tuban.

Proyek tersebut terbukti berhasil memanfaatkan panas gas buang, dalam produksi semen menjadi energi listrik.

“Saat ini baru terealisasi 70 persen,” singkatnya.

Diketahui, proyek pemanfaatan panas gas buang tersebut, telah berhasil diimplementasikan di pabrik Semen Padang berkapasitas 8,3 MW per tahun. Proyeksinya bakal berkontribusi mengurangi emisi Karbondioksida (CO2) sebesar 43 ribu ton per tahun. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   Dilanda Kekeringan, URC SH Terate Distribusikan 60 Ribu Liter Air Bersih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *