SuaraBanyuurip.com -Â Ali ImronÂ
Tuban – Menjelang penurunan harga Bahan bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Premium dan Solar sebesar Rp 500/liter. PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VÂ menginstruksikan kepada seluruh pemilik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak (SPBU) di Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa) menjaga stok BBM.
“Stok BBM harus dijaga sampai level aman,” kata Area Manager Communication & Relations Jatim Balinus, Heppy Wulansari, ketika dikonfirmasi Suarabanyuurip.com, Kamis (31/3/2016).
Langkah ini untuk mengurangi kekhawatiran SPBU akan kerugian akibat turunnya harga BBM subsidi. Pertamina sendiri tidak lepas tangan telah menyiapakan mekanisme kompensasi, penggantian selisih harga Premium dan Solar sesuai volume rata-rata omzet harian.
“Pihaknya memastikan stok BBM di terminal BBM (TBBM) aman,” imbuhnya.
Selain itu, memastikan kecukupan stok dan meminimalisir kerugian dari sisi pengusaha SPBU. Sehingga masyarakat umum tidak perlu mengkhawatirkan stoknya.
Soal penurunan harga, Pertamina menghimbau masyarakat, untuk membeli Premium dan Solar secara bertahap di SPBU. Sebab peruabahan harga ini berlaku sampai beberapa bulan kedepan.
“Pemerintah memastikan harga baru berlaku beberapa bulan kedepan,” tambahnya.
Selain memastikan stok BBM subsidi aman, pihaknya juga menjamin BBM nonSubsidi serupa Pertalite, dan Pertamax Series dalam kondisi cukup. Sehingga dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin membeli BBM di SPBU.
Pertamina mengaskan jika masih ada SPBU yang menjual BBM, dengan harga lama atau kehabisan stok BBM, masyarakat bisa melaporkan melalui Contact Pertamina di nomor 1500 000 (GSM gunakan kode area) atau melalui sms di 08159500000.Â
Sementara, Pengawas SPBU 54 623.18 Dasin, Jalan Tuban-Semarang, Udin, siap menjaga stok BBM pada level aman. Sebab, penurunan harga BBM pasti membawa dampak penghasilan bagi pengusaha serupa dirinya.
“Tetapi kami tidak khawatir adanya penurunan,” singkatnya.
Diketahui, harga baru BBM subsidi per 1 April di Jawa Timur dan Bali, semula harga Premium Rp 7.050/ liter, kini menjadi Rp 6.550/liter, harga Solar semula Rp 5.650/liter, turun menjadi Rp 5.150/liter.
Sedangkan harga baru di wilayah NTB dan NTT, meliputi, semula harga Premium 6.950/liter, kini menjadi Rp 6.450/liter, sedangkan Solar semula Rp 5.650/liter, turun menjadi Rp 5.150/liter. (Aim)