Pekerja Lapangan Minyak Banyu Urip Kerja Bakti Bersihkan Sumber Mata Air Sendang Lego Mojodelik

Pekerja EMCL kerja bakti.
Pekerja lapangan minyak Banyu Urip, Blok Cepu menanam pohon di sekitar Sendang Lego untuk menjaga sumber mata air.

SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho

Bojonegoro – Para pekerja di Lapangan Minyak Banyu Urip melaksanakan kerja bakti di Desa Mojodelik dan Bonorejo Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur pada Kamis (18/10/2023). Kegiatan sukarelawan ini diikuti oleh 67 karyawan, Musyarawah Pimpinan Kecamatan Gayam, kepala desa, guru, dan siswa.

Manajemen Operator Lapangan Banyu Urip, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) juga turut hadir membersamai para relawan. Sebelum memulai kegiatan, Manajemer Aset EMCL, Teddie Brinkley menyerahkan bantuan 190 pohon kepada Desa Mojodelik untuk ditanam di sekitar sumur mata air. Antara lain pohon Beringin, Angsana, Tabebuya, Trembesi, dan Ketapang Kencana.

Bantuan secara simbolis diterima oleh Camat Gayam, Palupi Ratih Dewanti. Saat itu juga para relawan langsung menanam pohon di sekitar sumur yang dikeramatkan warga tersebut.

“Pohon ini kita tanam di sekitar Sendang Lego agar menjaga serapan air yang lebih baik,” ucap Kades Mojodelik, Yuntik Rahayu.

Selain menanam pohon, peserta juga melakukan bersih-bersih dan mengecat gazebo Sendang. Sumber mata air ini menjadi andalan masyarakat di saat musim kemarau. Sehingga berbagai cara dilakukan untuk menjaga ketersediaan airnya.

Baca Juga :   Gelar Bazaar Karya Kaum Difabel di Bojonegoro

Kegiatan kerja bakti karyawan hari ini berlangsung di beberapa tempat sekaligus. Selain di Sendang Lego Desa Mojodelik, para relawan juga ikut mengajar di Sekolah Dasar Negeri Desa Bonorejo dan terlibat dalam Kenduri Temu Tanam Tani di desa yang sama.

Kerja bakti.
Karyawan EMCL kerja bakti membersihkan Sendang Lego bersama warga.

Menurut External Affairs Manajer EMCL, Beta Wicaksono kegiatan sukarelawan merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan baik para pekerja dengan warga sekitar. Kerja bakti juga menjaga budaya gotong royong yang merupakan nilai leluhur yang perlu dilestarikan.

“Kegiatan semacam ini juga menumbuhkan rasa empati dan kedekatan yang mendalam antara kita,” imbuhnya.

Sementara itu Camat Gayam mengapresiasi inisiatif EMCL. Menurutnya, budaya gotong royong ini penting untuk menjaga kerukunan di masyarakat. Oleh karenanya, dia juga mendorong masyarakat untuk terus menggiatkan kerja bakti di lingkungan masing-masing.

Camat juga mendukung penanaman pohon yang dilakukan dalam kegiatan ini. Menurutnya, cuaca panas dan kondisi cuaca yang tak menentu disebabkan adanya perubahan iklim.

“Makan menanam ini menjadi salah satu cara kita mengurangi efek dari perubahan iklim,” pungkasnya.(suko)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *