Pemda Terus Koordinasikan Izin Kilang

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Pemerintah Daerah (Pemda) Tuban, Jawa Timur, memasuki triwulan kedua tahun 2016, terus berkoordinasi dengan Pemerintah pusat soal rencana pembangunan kilang pengolahan minyak di Kecamatan Jenu, Tuban. Diantaranya adalah berkaitan dengan perizinan kilang.

Rencana awal kilang terbesar kedua setelah PT Trans Pasific Petrochemical Indotama (TPPI) ini, menggunakan lahan seluas 440 hektar.

“Kita masih koordinasi soal perizinan daerah,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Tuban, Budi Wiyana, kepada Suarabanyuurip.com, ketika dikonfirmasi melalui teleponnya, Senin (18/4/2016).

Sejauh ini belum ada kendala apapun soal perizinan, hanya saja soal target pembangunannya daerah belum mengetahuinya.

“Nanti ada kemungkinan ada perubahan soal luasan lahan yang digunakan,” imbuh Budi yang pernah menjabat sebagai Kepala Bappeda Tuban ini.

Intinya Pemda sangat mendukung pembangunan kilang minyak ini, selama ada Multiplier Effectnya bagi masyarakat Tuban.

Sementara, Direktur Utama Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto, serupa dilansir di beberapa media Nasional mengatakan, target beroperasinya kilang minyak Tuban mulai tahun 2021 mendatang, dengan kapasitas produksi 300 ribu barel per hari (Bph).

Baca Juga :   BUMD Gandeng Mitra Tangkap Peluang Usaha

“Produknya bukan hanya minyak dan gas saja, tetapi juga Chemical Industry,” sambung pria yang pernah menjabat sebagai Direktur PT Semen Indonesia ini.

Tahun ini pihaknya fokus menyelesaikan partnership maupun desain kilang. Soal investasi sudah mulai berjalan, dan perlahan 2021 kilang siap dioperasikan.

Terkait, rencana pembangunan Kilang di Tuban, diproyeksikan membutuhkan lahan seluas 440 hektar. Total investasinya US$ 10 Miliar atau Rp 120 triliun lebih dalam bentuk join venture dengan investor asing.

“Saat ini sudah tahap proses akhir seleksi,” jelasnya.

Seusai penghitungannya, apabila kilang Tuban mampu menambah prosuksi Gasolin sebesar 300 ribu Bph, dan totalnya menjadi 1,2 juta Bph. Maka di tahun 2025 Indonesia dipastikan mampu memenuhi kebutuhannya sendiri, sebab kebutuhan Nasional hanya dikisaran 1,5-1,6 juta Bph.

Dikabarkan, ada 6 calon investor Kilang Tuban meliputi, Saudi Aramco dari Saudi Arabia, Kuwait Petroleum Inc dari Kuwait, dan Sinopec dari China. Lalu ada Indian Oil dan Rosneft dari Rusia, serta perusahaan konsorsium Thai Oil Thailand dan PTT GC Thailand.

Baca Juga :   Antisipasi Bencana Industri Migas, BPBD Bojonegoro Bentuk Destana

“Investor ini akan bermitra dengan Pertamina dalam membangun kilang baru,” tandasnya. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *