Abadi Cement Tunda Pelatihan Industri

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban – PT Abadi Cement asal China tahun ini menunda pelatihan industri terhadap 80 pemuda usia produktif Desa Sugihan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Penundaan tersebut lantaran belum terealisasinya pembangunan jalur conveyor dari pusat produksi ke lokasi bahan baku clay.

Padahal perusahaan semen tersebut telah meneken perjanjian dengan Pemerintah Desa Sugihan. Apabila jalur conveyor terealisasi tahun ini sudah ada program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa pelatihan industri.

“Pelatihan industri tahun ini gagal,” kata Kades Sugihan, Kecamatan Merakurak, Tuban, Warsito, kepada suarabanyuurip.com, ketika diktemui di kantornya, Kamis (5/5/2016).

Dalam perjanjian tersebut ada lima jenis pelatihan industri, salah satunya pelatihan ketrampilan mengelas. Seluruhnya telah dikerjasamakan bersama Badan Pelatihan Kerja Industri (BLKI) setempat.

Soal penyebab terlambatnya pembangunan jalur conveyor, pihaknya menilai akibat proses pembebasan lahan yang masih alot dengan petani. Tercatat, Abadi Cement membutuhkan lahan seluas 98,8 hektar dan 17 hektar berada di Desa Sugihan. Rinciannya 4 hektar lahan persawahan, dan 13 hektar lainnya lahan tegalan.

Baca Juga :   PEP Aset 4 Bantu Chopper Pakan Ternak

“Hingga saat ini baru 4 hektar lahan tegalan yang berhasil dibebaskan,” imbuh pria yang  juga menjabat sebagai Sekreatris Asosiasi Kepala Desa (AKD) Tuban ini.

Pihaknya menjelaskan, pemdes tidak dapat ikut serta dalam menengahi pembebasan lahan. Sebab seluruh perijinan sudah diberikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban. Sehingga Pemdes hanya berpesan harus ada titik temu harga antara kedua belah pihak.

Tercatat, setelah tarik ulur harga dan survey lapangan, pihak perusahaan bersedia membayar harga lahan per meternya kisaran Rp 50 ribu sampai Rp 60 ribu. Tetapi pemilik lahan enggan menjualnya, karena hasil pertanian maupun tegalan menjadi sumber kehidupan keluarga.

“Petani minta per meternya di beli Rp 200 ribu,” ungkapnya.

Kondisi ini jelas tidak menguntungakn perusahaan, dan disisi lain nasib puluhan pemuda produktif yang telah terdaftar pelatihan terpaksa menganggur. Padahal angka pengangguran di wilayah setempat masih tergolong tinggi, dari 700 pemuda usia produktif hanya 20 persennya yang bekerja.

Sementara, Staf dan Penerjemah lapangan PT Andi Cement, Efendy, sampai berita ini ditulis belum memberikan penjelasan detail soal waktu pelatihan, dan perkembangan jalan confeyor. Pesan singkat yang dikirimkan Suarabanyuurip.com, sejak pukul 13:00 WIB takj kunjung dibalas.

Baca Juga :   MCL Tak Beri Bantuan Keagamaan

Diketahui, Selain menjadi ring 1 PT Abadi Cement, Desa Sugihan juga termasuk desa ring 1 dari PT Semen Indonesia (PT SI) bersama 26 desa di tiga kecamatan lain, mulai Kecamatan Kerek, Merakurak, dan Jenu.(aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *