SuaraBanyuurip.com – Ali ImronÂ
Tuban – Sebanyak 98 pelanggar Lalu Lintas (Lalin) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, langsung menjalani sidang ditempat, setelah terjaring razia operasi patuh Semeru 2016 di Bundaran Patung Letda Soecipto Tuban. Jumlah pelanggar tersebut 50 persennya didominasi pelajar.
“Semuanya langsung menjalani sidang di lokasi,” kata Kabag Ops Polres Tuban, Kompol Hendry, kepada Suarabanyuurip.com, ketika ditemui di lokasi razia, Kamis (26/5/2016).
Razia gabungan antara TNI, Polri, Dinas Perhubungan (Dishub), dan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) tidak tebang pilih. Semua pengendara roda dua langsung diperiksa kelengkapan surat kendarannya.
“Dalam pemeriksaan kebanyakan pelanggar lupa tidak membawa STNK,” imbuhnya.
Tercatat, untuk razia hari ini ada 91 pelanggar yang tidak membawa STNK. Sedangkan, 7 pelanggar lainnya tidak membawa Surat Izin Mengemudi (SIM).
“Kami tidak menerima alasan apapun kalau tidak lengkap ditindak,” tambahnya.
Tidak jarang pula, beberapa pegawai plat merah Pemda Tuban ikut dirazia. Selain itu, bagi pemilik kendaraan yang enggan sidang, dipersilahkan meninggalkan motornya di pos kepolisian.
Dia menjelaskan, tujuan operasi patuh kali ini untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat, dan mengurangi jumlah kecelakaan di Bumi Wali.
Sebab, jumlah laka Tuban tahun ini meningkat 90 persen dari tahun 2015 lalu. Data Polres Tuban sejak Januari hingga April 2015 laka mencapai 275 kejadian. Sedangkan bulan Januari hingga April 2016 terjadi laka 478 kejadian.
Rinciannya, bulan Januari 2015 terjadi 75 kejadian, Pebruari 2015 60 kejadian, Maret 2015 58 kejadian, dan April 2015 82 kejadian, totalnya 275 kejadian.
Sedangkan tahun 2016, tercatat bulan Januari terjadi 116 kejadian, Pebruari 2016 122 Kejadian, Maret 2016 124 kejadian, April 2016 116 kejadian, totalnya 478 kejadian.
Sementara, salah seorang pelajar asal Kecamatan Merakurak yang menjalani persidangan, Ilham Pramuda, mengaku STNKnya ketinggalan di rumah.
“Ketinggalan di rumah STNK saya,” akunya.
Meskipun ditilang, dia berharap adanya operasi semacam ini dapat meningkatkan kedisiplinan masyarakat Tuban.
Diketahui, operasi patuh Semeru 2016 telah dilakukan sejak tanggal 12 Mei 2016. Operasi difokuskan di beberapa titik rawan pelanggaran, serupa Jalan Basuki Rahmat Tuban. (Aim)