SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan – Pemerintah pusat melakukan berbagai cara untuk memenuhi kebutuhan beras nasional. Salah satunya dengan memacu kantong-kantong produsen beras nasional seperti di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur untuk melakukan perluasan area tanam padi.
Sebagaimana disampaikan Bupati Fadeli saat penyerahan hadiah lomba pencapaian target luas tanam padi di Makodim 0812, Jum’at (1/7/2016), Lamongan dinilai sukses melampaui target itu oleh pemerintah pusat.
Karenanya, Lamongan diganjar reward dengan diberikan puluhan alat dan mesin pertanian (Alsintan) dari pemerintah pusat. Puluhan Alsintan itu kemudian diserahkan kepada Komandan Kodim 0812 Lamongan, Letkol Inf. Jemz Andre Ratu Edo.
“Terima kasih kepada jajaran TNI dan Dinas Pertanian dan Kehutanan Lamongan yang tergabung dalam Brigade Alsintan. Sehingga Lamongan mampu melampaui target pusat dan ditetapkan mampu mencapai target luas tanam periode tanam Oktober 2015 sampai dengan Maret 2016,“ kata Fadeli
Di periode tanam tersebut, lanjut dia, luas tanam Lamongan mencapai seluas 89.189 Hektar (Ha), atau 94,85 persen dari terget seluas 105.114 Ha.
Oleh pemerintah pusat, masih menurut Fadeli, realisasi itu dinilai sudah melampaui yang diharapkan. Sedangkan di tahun 2016, pertanian padi ditargetkan bisa mencapai luasan tanam hingga 153.733 Ha. Dengan target tersebut, sampai dengan Bulan Juni ini sudah tercapai luas tanam 141.730 Ha atau sebesar 92 persen.
“Luas baku lahan sawah dan kualitasnya cenderung menurun akibat konversi lahan dan banyak faktor lain. Karena itu pemenuhan kebutuhan beras nasional memerlukan terobosan-terobosan. Salah satunya dilakukan pemerintah pusat dengan memacu perluasan areal tanam melalui lomba ini,“ katanya menjelaskan.
Menurut dia, Pemkab Lamongan akan terus memperbanyak Alsintan melalui APBD. “Ini untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian di Lamongan,“ sebut dia.
Selain itu, juga akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) maupun pusat untuk terus membangun infrastruktur pengairan, melakukan normalisasi sungai, waduk dan embung untuk mengurangi dampak banjir sekaligus sebagai storage cadangan air.
Sementara Alsintan yang diserahkan adalah sebanyak 66 unit hand traktor, 13 unit traktor roda empat, 15 unit pompa air dan 13 unit transplanter. (tok)