JOB P-PEJ Sampaikan Hasil Riset Flare ke Pemda

Sampaikan riset flare

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) Lapangan Mudi, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina-Ptrochina East Java (JOB P-PEJ), hari ini dipangil Pemerintah Daerah (Pemda) Tuban, Jawa Timur, untuk menjelaskan hasil riset tim independen Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya terkait menurunnya dampak gas buang (Flare) Tapak Sumur (Pad A) Mudi. Selain itu, menjelaskan kronologi aksi unjuk rasa Gerakan Rahayu Kompensasi Bayar (Gerah Kobar) hari Kamis (21/7) kemarin.

“Hari ini kita menghadap Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Husain untuk menjelaskan hasil riset dampak gas buang,” kata Field Admin Superintendent JOB P-PEJ, Akbar Pradima, kepada Suarabanyurip.com, ketika ditemui di kantor Wakil Bupati (Wabup) Tuban, Jalan RA Kartini Tuban, Jumat (22/7/2016).

Hadir dalam pertemuan tertutup tersebut meliputi, Kepala Kesbangpol Pemda Tuban, Aguk WR, perwakilan Dinas Pertambangan dan ESDM, Emil Pancoro, Kabid Kesiapsiagaan Logistik dan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Syaefudin, perwakilan Enginer JOB P-PEJ, M. Agus Pangestu, HSE JOB P-PEJ, M. Sahli, Field Manajer JOB P-PEJ, Sugeng Setiono, perwakilan JOB P-PEJ lainnya, Dody Ibnu Fajar, Akbar Pradima.

Baca Juga :   IKPT : Pipanisasi Blok Cepu Terkendala Cuaca

Selain itu, Kepala Bagian Humas dan Media Pemda, Teguh Setyabudi, Polres Tuban diwakili Satintel, dan Satreskrim, serta dua perwakilan tim LPPM ITS, Niken Puspitasari, dan Dhany Arifianto.

Alasan memilih  LPPM ITS  sebagai tim riset karena merupakan lembaga yang punya riputasi tinggi, dan dikenal sangat idependen. LPPM ITS juga dikenal memiliki kompentensi melakukan kajian dampak flare, baik itu mengukur dampak kebisingan ataupun pencayahaan atau panas.

Diketahui, tim kajian LPPM ITS ini sudah melakukan penelitian sejak bulan September hingga Desember 2015. Tim itu, sudah meneliti di 425 titik pada radius 600 meter dari pusat flare.

“Hasil kajian tim LPPM ITS itu sudah selesai. JOB P-PEJ berharap hasil kajian itu kita hormati dan bisa menjadi dasar penerapan pola baru dalam pemberian kompensasi dampak gas buang,” imbuhnya.

Ditanya soal hasil riset, JOB P-PEJ sudah menyiapkan jadwal bagi tim LPPM untuk melakukan sosialisasi hasil kajian, termasuk bagi para jurnalis.

“Soal hasil kajian, biarlah tim ITS yang menyampaikan. Mereka yang meneliti, mereka yang lebih punya hak untuk mempublikasikan,” pungkasnya. (aim)

Baca Juga :   SKK Migas Upayakan Kepastian Pembelian Gas J-TB

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *