Gelar Simulasi Pembersihan Tumpahan Minyak

simulasi

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban – Operator Migas Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) bersinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban, Jawa Timur,  menggelar simulasi pembersihan tumpahan minyak di laut utara Kecamatan Palang, Sabtu (6/8/2016). Simulasi tahunan ini bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya kondisi emergency di pipa saluran minyak yang bermuara ke Floating Storage dan Offloading (FSO) Cinta Natomas.

“Ini menjadi program rutin dari JOB P-PEJ untuk mencegah terjadinya emergency,” kata perwakilan tim JOB P-PEJ, Muhammad Sahli, kepada suarabanyuurip.com, usai simulasi pembersihan minyak di pantai Desa Keradenan, Kecamatan Palang.

Sinergi bersama ini diharapkan mampu meminimalisir kerugian apabila sewaktu-waktu terjadi tumpahan atau kebocoran minyak di laut Tuban. Sebab dalam dua tahun terakhir pipa minyak JOB P-PEJ telah mengalami kebocoran dua kali yakni pada tanggal 20 Agustus 2015 dan 15 Oktober 2015.

Kejadian tersebut menjadi pengalaman berarti dari manajemen JOB P-PEJ, dan diharapkan seluruh nelayan dan masyarakat pesisir Tuban turut bersinergi apabila terjadi hal yang tidak diinginkan.

Baca Juga :   Anggota Komisi VII Nilai Janggal

“Sehingga terwujud sinkronisasi dalam melakukan penanganan jika terjadi tumpahan minyak,” imbuhnya.

Simulasi yang digelar selama dua jam itu digambarkan adanya tumpahan minyak di sekitar 5 Kilometer (Km) lepas pantai Kecamatan Palang. Minyak tersebut diindikasikan terbawa gelombang hingga sampai tepi pantai.

“Untuk skenario awal ada kebocoran minyak dari Palang Stasion, apabila ada minyak yang mengarah ke pantai tim akan menggelar Oil Booms,” tambahnya.

Fungsi dari pelampung pembatas (Oil Booms) untuk menggiring tumpahan minyak supaya tidak menyebar. Dalam praktek simulasi tumpahan minyak juga dihindarkan dari kawasan pantai yang memiliki sensifitas tinggi. Serupa kawasan Mangrove, pemukiman dan juga pantai yang memiliki terumbu karang yang aktif.

“Mengantisipasi kerugian lingkungan tim mengarahkan ke pantai yang tidak memiliki sensifitas yang tinggi serupa di pantai pasir Keradenan ini. Langkah ini untuk mempermudah merecovery minyak yang tumpah,” jelasnya.

Selain mempraktekan mekanisme Oil Booms, peserta gabungan juga melakukan persiapan, dan gambaran estimasi pergerakan minyak dari titik kebocoran dengan pantai. Sebab tumpahan minyak cepat menyebar sesuai dengan gelombang.

Baca Juga :   Mengabadikan Sejarah Perminyakan di Indonesia dalam Museum Migas Digital Cepu Raya

Sementara itu, Sekreatris BPBD Tuban, Joko Ludiono sangat mengapresiasi komitmen operator Blok Tuban untuk mengantisipasi tumpahan minyak. Penghitungannya banyak kerugian yang diderita nelayan, maupun pemkab serupa insiden kebocoran minyak pada tahun 2015 lalu.

Dalam simulasi ini BPBD menerjunkan 6 personilnya yang rata-rata memiliki skill renang di laut utara Tuban. Kegiatan semacam ini diharapkan berjalan rutin sehingga keterampilan anggota juga meningkat dalam penanganan bencana.(aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *