SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Polemik dampak flaring (pembakaran gas) dan lampu penerangan di sepanjang pagar lokasi Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, terhadap tanaman di sekitarnya disikapi Asosiasi Pertanian Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Wadah yang menampung 800-an petani dari desa di wilayah Kecamatan Gayam itu menyarankan kepada operator migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), untuk membuat demplot (percontohan) pertanian padi maupun palawija di lahan pertanian yang berdekatan dengan flare maupun lampu penerangan proyek.
“Tujuannya sebagai pembanding sekaligus memberikan contoh nyata kepada petani jika flaring maupun lampu penerangan tidak berdampak pada tanaman,†saran Ketua Asosiasi Bumi Lestari, Sakiran kepada suarabanyuurip.com, Senin (8/8/2016) kemarin.
Demplot pertanian yang dibuat harus benar-benar menerapkan sistim pertanian yang benar. Mulai dari penggunaan bibit, pupuk berimbang, perlakuan, dan dukungan infrastruktur pertanian.
“Dari situ akan menjawab persoalan yang dihadapi petani di Desa Mojodelik dan Gayam yang selama ini mempermasalahkan flare dan lampu penerangan,†tegas pria asli Desa Begadon itu.
Sakiran mengakui jika selama ini petani di wilayah Kecamatan Gayam masih menggunakan cara konvensional dalam bertani. Selain itu juga kurangnya pemakaian pupuk organic dan penggunaan bibit yang berkualitas.
“Banyak petani  yang menggunakan benih turunan dari hasil panen sebelumnya. Meskipun hasil panennya bagus, tapi belum tentu bagus untuk dijadikan benih. Inilah yang masih belum banyak dipahami oleh petani di sini,†kata Sakiran mengungkapkan.
Karena itu pihaknya menyarankan adanya pendampingan kepada petani di wilayah Gayam agar mereka dapat bertani dengan cara yang baik dan benar sehingga dapat meningkatkan produksi pertanian.
“Semacam sekolah lapang. Jadi setiap ada persoalan dapat didiskusikan dan segera dicarikan solusinya,†pungkasnya.
Sebelumnya, ahli pertanian dari Lembaga Sertifikasi Organik Selo Lima (LESOS) Mojokerto, Jawa Timur, Dwi Prayitno menyatakan, sesuai hasil penelitian yang dilakukan menurunnya produksi padi dan palawija di Desa Mojodelik dan Gayam bukan disebabkan oleh flaring maupun lampu penerangan proyek Lapangan Minyak Banyuurip. Melainkan cara petani bartanam mulai dari pemilihan benih, pemakaian pupuk, perlakuan, dan tidak sesuainya musim tanam (musim kemarau/MK).(suko) Â Â Â Â Â