SuaraBanyuurip.com -Â G Citrapati
Bojonegoro – Pramuka tak hanya penting bagi pribadi, namun pramuka memiliki peranan yang luar biasa dimasa depan saat kelak kita menjadi pemimpin sebuah keluarga. Kemudian saat kita menjadi bagian dari kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan negara.
Untuk mewujudkan masa depan yang diimpikan oleh seluruh masyarakat yakni kewujudan masyarakat yang sejahtera, berkeadilan sosial dan menjaga ketertiban dunia.
Tidak akan terwujud tanpa adanya media yang bisa menghubungkan saat ini dan masa yang akan datang. Hal itu terasa mustahil, kecuali kita membangun jembatan untuk menghubungkan mimpi merah semua itu diperlukan beberapa antara lain jembatan itu adalah pembangunan ekonomi, peradaban dan budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi, tata sosial yang baik.
Pengelolaan keuangan yang baik dan beraneka profesi yang tersedia yang mau berkiprah disegala bidang. Semua itu adalah jembatan untuk mewujudkan tatanan kehidupan yang lebih baik di masa depan.
Bupati Bojonegoro, Suyoto, secara khusus berpesan kepada seluruh pramuka agar menjadi jembatan itu, jembatan harus dibangun seluruh anak Indonesia dan Bojonegoro. Mengikrarkan dalam hati bahwa sayalah sang pembangun. Jembatan itu nantinya akan menghadirkan masa depan indonesia yang baik.
Selain itu kepada seluruh peserta upacara Bupati mengingatkan tentang pentingnya menaruh hormat kepada kaum tua kaum terdahulu yang telah meletakkan pondasi yang baik. Generasi emas Bojonegoro, generasi muda Bojonegoro harus berani mengambil tanggungjawab menuju Indonesia emas.
Membangun mimpi ini harus ditopang dengan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik. Diakhir sambutannya Bupati menandaskan bagwa Hidup adalah rangkaian masalah, tantangan dan seni merespon tantangan. Kompetensi yang dimiliki akan sanggup menjadi bagian mimpi indonesia yang baik.
Kepada  seluruh sekolah, Kang Yoto sapaan akrab Suyoto menghimbau agar menyelenggarakan kegiatan ini dengan baik, kepada seluruh anggota pramuka untuk mengajak kawan kawan mereka menjadi anggota pramuka, karena banyak hal positif yang akan mereka dapatkan. Masih dalam rangkaian Hari Pramuka ke 55 tahun 2016 ini Bupati berkenan menyerahkan pula tanda penghargaan lencana pancawarsa kepada 20 orang pembina gerakan pramuka di wilayah Bojonegoro.
Sesuai dengan Surat Keputusan kwartir daerah gerakan pramuka Jawa Timur no 63 tahun 2016 tentang penganugerahan tanda penghargaan lencana pancawarsa diberikan kepada 20 orang yang terdiri pancawarsa 1 untuk lima tahun diberikan kepada 9 orang, pancawarsa 2 atau pengabdian 10 tahun kepada 6 orang, pancawarsa 3 atau pengabdian 15 tahun diserahkan kepada 1 orang.
Khusus pembina pramuka pancawarsa 4 atau masa pengabdian 20 tahun diterimakan kepada 3 orang antara lain Pujo Arianto, SPd, Msi, Andik Indriani dan Moh Wajirin. Sedangkan pancawarsa 6 atau pengabdian diatas 30 tahun diterimakan kepada Edi Sudaryanto.
Rangakaian upacara ini diawali dengan tampilan senam simapore dan diakhir dimeriahkan dengan tampilan senam sehat anti narkoba serta senam derap pramuka. Tak hanya peserta yang basah kuyub namun juga Bupati Bojonegoro Kang Yoto selaku inspektur upacara juga basah oleh hujan.
Rombongan Bupati menembus hujan dari rumah dinas untuk menjadi bagian dari peserta upacara, bahkan diawal sambutannya Bupati memuji sikap para anggota pramuka yang tak goyah oleh hujan. Basah oleh hujan ini lebih membahagiakan daripada basah oleh airmata.
Kepada seluruh anak anak dan pembina percaya dan yakin bahwa pramuka yang dibanggakan ini adalah media yang tepat saling asah dan asuh, pramuka adalah ajang tumbuh dan berkembang. Pramuka bukan hanya untuk anak anak namun juga kaum dewasa dan tua. (citra)