Tak Basah Hujan Tak Kering oleh Panas

Kang Yoto Pramuka

SuaraBanyuurip.com - 

Gerimis tak kendurkan semangat anggota pramuka tak basah oleh hujan tak kering oleh panas. Praja Karana tetap gagah berdiri tegap tanpa bergeming dalam barisan.

Meski diguyur rintik hujan, sama sekali tak mengurangi kesiapan para Praja Muda Karana  saat mengikuti upacara peringatan hari pramuka ke 55 tahun gerakan pramuka yang digelar di Alun-alun kota Bojonegoro, Jawa Timu, Minggu (14/8/2016).

Para anggota pramuka mulai tingkatan penggalang, siaga mulai jenjang sekolah dasar (SD) tampak sigap tak gentar oleh hujan. Sama sekali tak ada yang berteduh ataupun meninggalkan lapangan. Hujan bukan penggalang, seakan lebih baik tumbang dibarisan atau basah didalam barisan ketimbang harus berteduh untuk terhindar dari tetesan air hujan.

Barisan pramuka ini sangat luar biasa tak gentar bagi mereka redupnya mentari pagi ini makin menggelorakan semangat mereka. Gerimis mengiringi seperti menjadi bagian dalam kiprah pramuka.

Untuk maju dan berjaya membutuhkan pengorbanan, tekad dan kerja keras. Benar jika Pramuka adalah pribadi yang tangguh, bertanggungjawab dan kreatif. Untuk menaklukkan dinginnya badan yang basah mereka meneriakkan yel yel dan semangat bahkan lagu serta nyanyian yang sering mereka bawakan.

Baca Juga :   Guru Rela Antar Jemput Siswa

Dalam peringatan hari pramuka ke 55 ini dimeriahkan dengan tampilan senam sehat anti narkoba oleh anggota pramuka penggalang kwaran Bojonegoro dan senam derap pramuka oleh Anggota Saka Bhayangkara Kwaran Kedungadem Bojonegoro dan tampilan peragaan simapore dari pramuka penegak Bojonegoro serta tampilan droumband MAN 2 Bojonegoro.

Bupati Bojonegoro, Suyoto berpesan kepada seluruh pramuka agar menjadi jembatan, dan jembatan itu harus dibangun seluruh anak Indonesia dan Bojonegoro. Mengikrarkan dalam hati bahwa sayalah sang pembangun. Jembatan itu nantinya akan menghadirkan masa depan Indonesia yang baik.

Selain itu kepada seluruh peserta upacara bupati juga mengingatkan tentang pentingnya menaruh hormat kepada kaum tua, kaum terdahulu yang telah meletakkan pondasi yang baik. Membangun mimpi ini harus ditopang dengan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik.

“Generasi emas Bojonegoro, generasi muda Bojonegoro harus berani mengambil tanggungjawab menuju Indonesia emas,” tandas Kang Yoto sapaan akrab Suyoto.

Kang Yoto menandaskan, bahwa hidup adalah rangkaian masalah, tantangan dan seni merespon tantangan. Kompetensi yang dimiliki akan sanggup menjadi bagian mimpi indonesia yang baik.

Baca Juga :   Semalam Petugas Parkir Raup Rp700 ribu

Kepada seluruh sekolah, Kang Yoto menghimbau, agar menyelenggarakan kegiatan ini dengan baik, kepada seluruh anggota pramuka untuk mengajak kawan kawan mereka menjadi anggota pramuka, karena banyak hal positif yang akan mereka dapatkan.

Selain itu, di hari Pramuka ke 55 tahun 2016 ini bupati juga berkenan menyerahkan pula tanda penghargaan lencana pancawarsa kepada 20 orang pembina gerakan pramuka di wilayah Bojonegoro.

Sesuai dengan Surat Keputusan kwartir daerah gerakan pramuka Jawa Timur no 63 tahun 2016 tentang penganugerahan tanda penghargaan lencana pancawarsa diberikan kepada 20 orang yang terdiri pancawarsa 1 untuk lima tahun diberikan kepada 9 orang, pancawarsa 2 atau pengabdian 10 tahun kepada 6 orang, pancawarsa 3 atau pengabdian 15 tahun diserahkan kepada 1 orang. 

Penghargaan diserahkan kepada Samsoeri HP, H. Suharto, Darmawan,SPd. KH. Alamul Huda, Drs H. Soekotjo,dan H. Sulhan Imron atas jasa dan pengabdiannya dalam membangun generasi muda melalui Gerakan Pramuka. Penghargaan ini diberikan dari Kwartir Pramuka Cabang Bojonegoro. (G Citrapati)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *