SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Maraknya kios penyedia Solar olahan di sepanjang Jalur Pantura, di Kecamatan Tambakboyo-Bancar, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, harus diwaspadai oleh pengguna kendaraan. Analisis dari PT Pertamina Eksplorasi Produksi (P EP) Asset 4 Field Cepu menyebut, pemakaian Solar Olahan Illegal / Oplosan bisa merusak mesin otomotif bagi siapa saja yang menggunakannya.
“Alasannya Solar yang dijual tersebut tanpa melalui standard pengolahan yang benar dan memadai sesuai baku mutu,” kata Field Manager Pertamaina EP Field Cepu, Agus Amperianto, kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (20/8/2016).
Selain tidak melalui standart penyulingan, Solar tersebut juga sangat berbahaya sebab hasil pengolahan yang tidak sempurna masih menyisakan kandungan air yang tinggi, lumpur halus masih tersuspensi, serta tidak mengandung unsur pelumasan mesin yang dibutuhkan.
Minyak oplosan/ olahan illegal tersebut akan mempengaruhi kerja bosch pump, bahkan merusaknya. Selain itu, tenaga dan performance mesin sudah pasti berkurang. Dampak lain, sisa pembakaran yang masuk ke carter tidak terbakar, sehingga bisa merusak metal. Akibatnya gerakan piston tidak normal, dan mesin bisa sekonyong-konyong macet.
“Pemakaian bahan bakar oplosan/ olahan illegal, bisa ditengarai dari bau asap dan suara mesin,” imbuh Agus.
Agus memaparkan, pihaknya banyak menerima masukan dari rekan-rekan pekerja sektor informal (mekanik/ nelayan, dll). Bahwasanya banyak keluhan terhadap mesin-mesin kapal / perahu yang rusak, akibat menggunakan bahan bakar oplosan/ olahan illegal ini.
Bahkan tidak sedikit dari mereka yang menggunakan minyak olahan illegal yg rendah kadar oktan bakarnya, terutama karena menyiasati harga solar saat ini. Salah seorang rekan mekanik yang ditemuinya mengatakan bahwa dia kebanjiran order servis mesin milik para nelayan.
“Sehingga pihaknya sangat mendukung langkah Polres Tuban dalam menertibkan dan menggerebek tempat pengoplosan solar di wilayahnya,” pungkasnya.
Pantauan di lokasi, hingga bulan Agustus 2016 jumlah total kios yang disinyalir penyedia Solar olahan/oplosan ada 45 kios. 2 kios di Kecamatan Tambakboyo, dan 43 kios di Kecamatan Bancar. Khusus di Kecamatan Bancar 19 kios diantaranya berjubel di Desa Sukolilo. (Aim)