SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko
Bojonegoro – Sudah sejak awal tahun 2016 Traffic Light atau lampu lalu lintas yang teretak di perempatan jalan Dusun Clangap, Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mati, dan belum ada perhatian sangat membahayakan bagi pengguna jalan. Yaitu bisa menimbulkan rawan kecelakaan.
Mengingat selain kepadatan arus lalu lintas Surabaya-Cepu-Ngawi atau Bojonegoro-Padangan juga aktivitas kendaraan proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB) keluar masuk melintasi akses tersebut mulai meningkat. Karena jalan yang merupakan poros Kecamatan Kalitidu – Gayam – Ngasem ini telah ditetapkan menjadi akses alternatif utama rute transportasi kegiatan proyek J-TB oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro.
“Seingat saya matinya Traffic Light itu sudah sejak awal tahun ini. Tapi juga belum diperbaiki oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro,” kata Romli, warga setempat, kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (27/8/2016).
Akibat matinya lampu treffic light, pengguna jalan utamanya sepada motor dari arah selatan, tepatnya jalan menuju sumur minyak Banyuurip, Blok Cepu dan J-TB harus ekstra hati – hati. Karena kendaraan dari arah jalur Bojonegoro-Padangan banyak pengendara yang berkecepatan tinggi.
“Jalan ini merupakan jalan Provinsi, jadi ramai sekali. Belum lagi ditambah aktivitas kendaraan J-TB mengalami peningkatan. Jadi kalau traffic light dibiarkan mati dan tidak segera diperbaiki tentunya akan membahayakan pengguna jalan terutama sepeda motor,” ungkapnya.
Diharapkan, pihak yang berwenang untuk segera memperbaikinya. Sehingga arus lalin bisa berjalan lancar dan dapat menekan terjadinya kecelakaan. Sebab dipastikan pada pagi dan sore hari, saat jam keberangkatan maupun pulang sekolah aktivitas jalan di Perempatan Clangap tersebut mengalami peningkatan arus lalu lintas.
“Kami yang melihat selalu kawatir saat pengguna jalan mau nyebarang. Karena laju kendaraan dari arah yang berlawanan banyak yang berkecepatan tinggi,†ucapnya.
Terpisah, Kepala Dishub Bojonegoro, Iskandar, mengaku, memang traffic light itu sudah diserahkan ke Dishub oleh PT Tripatra kontraktor proyek Engineering Procuremen, and Construction (EPC)-1, Banyuurip, Blok Cepu. Jadi sekarang sudah sepenuhnya menjadi tanggung jawab Dishub. Tapi untuk melakukan perbaikan masih menunggu anggaran.
“Syukur-syukur operator J-TB, Pertamina EP Cepu (PEPC) mau memperbaiki melalui dana corporate social responsibility (CSR) nya. Karena sebelum mempergunakan jalan tersebut harus memperbaiki terlebih dahulu kondisi kerusakan yang ada,†pungkasnya. (Sam)