Kereta Jenazah Bakal Jadi Cagar Budaya

Kereta jenazah

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Sebanyak empat unit kereta jenazah (Leng Kie) berusia ratusan tahun, memiliki nilai historis bagi warga masyarakat Blora, Jawa Tengah. Khususnya warga tionghoa. Yayasan Budhi Dharma Blora, mengajukan benda berumur ratusan tahun tersebut sebagai cagar budaya.

Kepala Seksi Sejarah dan Purbakala Bidang Kebudayaan, Setyo Pujiono, Dinas Perhubungan Pariwisata Kebudayaan Komunikasi dan Informatika (DPPKKI) Blora,  membenarkan bahwa Yayasan Budi Dharma Blora telah mengajukan empat buah Leng Kie agar bisa ditetapkan sebagai benda cagar budaya.

“Bersama tim, kami sudah menindak lanjuti dan melakukan pengecekan tentang keberadaan kereta jenazah, aset Yayasan Budhi Dharma Blora. Ada empat kereta jenazah yang disimpan, informasi yang kami peroleh usianya sudah ratusan tahun,” katanya, Selasa (6/9/2016).

Menurutnya, Leng Kie tersebut disimpan di ruang belakang Yayasan Budhi Dharma Blora atau kompleks Klenteng Hok Tik Bio Blora Jalan Pemuda No.38 Kota Blora. Pihaknya akan melakukan kajian lebih lanjut tentang empat kereta jenazah itu.

“Berdasarkan informasi, diperkirakan keberadaan Leng Kie ini sudah ada sebelum Klenteng Hok Tik Bio berdiri,” ujarnya.

Baca Juga :   Pertamina Sukowati Dukung Peningkatan Wisata Geopark Teksas Wonocolo, Menuju Destinasi Kelas Dunia

Sedangkan Klenteng Hok Tik Bio diperkirakan didirikan sekitar tahun 1850 (jaman Belanda).

Seorang mantan pengurus Yayasan Budhi Dharma, Diah Trimurti Saleh mengungkapkan, Leng Kie merupakan kereta jenazah yang dipergunakan untuk ritual pemakaman jenazah ke pekuburan (makam) yang berjarak antara 3 hingga 10 kilometer dengan berjalan kaki.

“Baik penarik kereta maupun pelayat jalan kaki,” kata Diah.

Proses pelayanan perawatan jenazah sampai ke pemakaman, lanjut Diah, diatur oleh perkumpulan yang bernama DJIEN HO HWEE JOE (jaman Belanda), kemudian diganti menjadi SONG SOE KIOK (jaman penjajahan Jepang). Dan akhirnya mulai tahun 1970-an  berbentuk Yayasan Budhi Darma sampai sekarang.

“Perkumpulan pelayanan kematian ini sudah berada di Blora sejak ratusan tahun. Selama ini berada di satu halaman yang berdampingan dengan Klenteng Blora,” jelasnya.

Satu unit kereta jenazah, berasal dari perkumpulan kematian Kecamatan Jepon. Disinyalir usia kereta itu lebih tua dibandingkan tiga Leng Kie lainnya. Kereta tersebut tidak digunakan lagi setelah Yayasan Budhi Dharma memiliki unit mobil jenazah, sekitar tahun 70-an. (ams)

Baca Juga :   Virtual Bamboo Festival, Cara Unik Kenalkan Wisata Beged di Tengah Pandemi

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *