SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) Alas Dara Kemuning (ADK), serahkan lahan kepada warga Desa Nglobo, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, setelah dipastikan tidak adanya kontaminasi akibat semburan liar pada akhir tahun 2014 lalu.
Perusahaan dibawah pengawasan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) tersebut, terus mewujudkan berkomitmen guna berkontribusi dalam peningkatan taraf hidup masyarakat.
“Terutama di sekitar daerah operasi,” ungkap Gayatri, Humas PEPC ADK, Rabu (21/9/2016), saat penyerahan lahan di Balai Desa Nglobo, Kecamatan Jiken.
Dia menjelaskan, lahan seluas 1,7 hektar milik 8 warga setempat, diserah terimakan oleh SKK Migas – PT PEPC ADK kepada pemilik lahan setelah dilakukannya penanggulangan terhadap lahan yang terdampak eks-semburan lumpur liar di area sumur NGBU-04 pada akhir tahun 2014 lalu.
“Penyerahan lahan dilakukan setelah dipastikan tidak adanya kontaminasi, mengacu pada hasil uji laboraturium serta uji tanam. Yang telah dilaksanakan dengan hasil tanam dapat tumbuh dengan baik di lahan milik warga setempat,” terangnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, kegiatan serahterima lahan dilakukan bersamaan dengan penutupan sekolah lapang dengan tema “Cara Pengelolaan Lahan Pertanian Produktif”. Kegiatan sekolah lapang, lanjut dia, merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memberikan edukasi kepada pemilik lahan terdampak dan petani yang tergabung dengan kelompok tani Desa Nglobo.
“Terkait dengan pengetahuan di bidang Pertanian,” kata dia.
Sekadar diketahui, kagiatan yang berlangsung pada periode 1 Juni hingga 19 September itu, dilakukan dengan metode interaktif. Melalui pembekalan teori dan praktik serta diskusi aktif sesuai dengan pengalaman dari masing-masing peserta.
“Bekerjasama dengan UNDIP dan UPTD Dinas Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Perikanan (Dintanbunakikan) Kecamatan Jiken. Sebagai salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan sekitar,” kata dia.
Dia berharap, dengan adanya kegiatan sekolah lapang tersebut para pemilik lahan dan komunitas petani di Desa Nglobo dapat meningkatkan pemahaman teknik pertanian dengan baik.
“Sehingga lahan pertanian dapat diolah dengan lebih baik dan lebih produktif,” pungkasnya. (Ams)