SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Jakarta– Pemerintah melalui Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas), bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum memutuskan soal penurunan harga BBM jenis Premium. Saat ini keduanya sedang membahas tentang perubahan harga baru yang rencananya dirilis awal bulan Oktober 2016.
“Harga baru itu akan ditetapkan pada 1 Oktober nanti,” kata Dirjen Migas Kementerian ESDM, I.G.N. Wiratmaja Puja, dalam siaran persnya, Jumat (23/9/2016).
Penetapan harga baru tersebut akan berlaku mulai bulan Oktober 2016, hingga tiga bulan mendatang. Apabila mengacu pergerakan harga minyak dalam tiga bulan terakhir, Wiratmaja melihat peluang perubahan harga BBM untuk periode Oktober dibandingkan periode sebelumnya.
Menurut harga dunia, sebenarnya harga Premium akan turun sementara Solar naik. Akan tetapi pihaknya harus mendiskusikan hal ini, bersama Pelaksana tugas (Plt) Menteri ESDM Luhut Binsar Pandjaitan. Kewenangan memutuskan perubahan harga, dan penentuan harga BBM berada di tangan Menteri ESDM.Â
“Mengacu data sementara, harga BBM bisa turun dan atau naik di kisaran 300 hingga  500 rupiah per liter,” imbuhnya.
Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 39 Tahun 2015 tentang perhitungan harga jual eceran bahan bakar minyak. Penetapan harga dasar Solar dan Premium menggunakan indikator rata-rata indeks pasar, dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dengan kurs beli BI.
Rentang periode harga acuannya mulai tanggal 25 pada tiga bulan sebelumnya sampai tanggal 24 pada bulan berjalan. Apabila mengacu data Bank Indonesia sejak 25 Juli hingga 22 September lalu, rupiah memang menunjukkan tren penguatan.
Pada 25 Juli lalu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dengan kurs beli sebesar 13.201 per US$. Sedangkan pada 22 September mencapai 13.163 per US$ atau menguat 0,3 persen.Â
Sedangkan harga minyak mentah berdasarkan data Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC), dari periode Juli hingga September 2016 cuma naik tipis. Pada Juli lalu harga minyak mencapai US$ 42,68 per barel, sementara pada September sebesar US$ 42,78 per barel. Â (Aim)