SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Meningkatnya penderita HIV/AIDS di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menjadi perhatian serius Bupati Suyoto. Sekretaris Jendral Partai Amanat Nasional (Sekjen PAN) itu menerjunkan informan untuk mencari informasi pekerja seks komersial (PSK) yang terjangkit HIV/AIDS.
Hasilnya, Suyoto mendapatkan informasi ada puluhan pekerja seks komersial (PSK) di lokalisasi Kalisari di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, yang diduga terjangkit HIV AIDS.
“Saya sudah dengar. Saya punya informan yang kasih tahu hal itu,” ujar Bupati Suyoto saat dikonfirmasi media usai sosialisasi penertiban sumur tua di gedung pemkab setempat, Senin (17/10/2016) kemarin.
Informasi yang diteri Suyoto, jumlah PSK Kalisari yeng terjangkit penyakit mematikan itu mencapai puluhan.
“Saya sudah perintahkan SKPD terkait untuk memeriksa mereka. Ini untuk memastikan kebenarannya. Semua harus dipastikan dahulu dengan mengeceknya,” tegasnya.
Dari data yang didapat, ada sekitar 72 PSK yang tinggal di eks lokalisasi Kalisari. Diduga, sebagian besar, para PSK tersebut terjangkit HIV AIDS.
“Kita sudah ada data mereka, tapi perku kroscek lagi,” sambung Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bojonegoro, Gunawan.
Sebelumnya, Kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Bojonegoro, Jhony Nur Harianto mengungkapkan, jumlah penerita AIDS di wilayahnya terus meningkat pada rentang waktu lima tahun terakhir.
Dari data yang dia miliki, jumlah kasus HIV/AIDS pada tahun 2012 lalu, sebanyak 85 kasus dengan penderita meninggal dunia 17 orang dan hidup 69 orang. Kemudian meningkat pada di tahun 2013 sebanyak 126 kasus baru, dengan jumlah korban meninggal dunia 31 orang dan masih hidup 95 orang.
Pada 2014 meningkat menjadi132 kasus dengan penderita yang meninggal dunia sebanyak 37 dan masih hidup 95 orang. Tahun 2015 meningkat lagi menjadi 186 kasus dengan jumlah penderita meninggal dunia 25 orang dan masih hidup 161 orang.
Sedangkan hingga pada Juni 2016 hingga jumlahnya sudah mencapai 113 kasus dengan jumlah penderita meninggal dunia sebanyak 16 orang dan 97 penderita masih hidup.
“Tahun ini ada dua balita yang terjangkit HIV/AIDS dan meninggal dunia. Diduga orang tua korban sebelumnya sudah terinfeksi,” kata Johny.
Di Bojonegoro, kata dia, penyakit HIV/AIDS kebanyakan diderita oleh kelompok usia antara 40-44 tahun. Tahun ini sejumlah 24 kasus, dengan rincian 7 orang laki-laki dan 17 orang perempuan. Urutan kedua adalah usia 30-34 tahun dengan jumlah penderita 18 kasus dengan rincian laki-laki 12 orang dan perempuan ada 6 orang.
Jumlah kelompok usia penderita HIV/AIDS urutan ketiga usia 55-59 tahun sebanyak 17 kasus dengan rincian 6 orang laki-laki dan 11 orang perempuan. Keempat usia 35-39 tahun, dengan jumlah penderita sebanyak 15 kasus dengan rincian 11 orang laki-laki dan 4 orang perempuan.
Sedangkan untuk usia 0-4 tahun sebanyak 2 penderita, usia 20-29 tahun ada 4 penderita, usia 30-39 tahun ada 5 penderita dan usia 40-54 tahun ada 7 orang.
“Hingga Juni lalu kasus terbanyak berada di Kecamatan Kapas dengan jumlah 18 kasus. Rinciannya penderita laki-laki ada 13 orang dan perempuan ada 5 orang,” pungkasnya.(rien)