SuaraBanyuurip.com – Sebanyak 250 peserta dari komunitas trail adventure Bojonegoro, Jawa Timur, melakukan anjang sana anjang sini di Kampus Alas Srunggo, Malo, Minggu (23/11/2025). Mereka menjelajahi kawasan hutan untuk mengexplore potensi wisata hutan Malo.
Ada sejumlah track (jalur) dijelajahi komunitas trail adventure Bojonegoro di Kampus Alas Srunggo Malo. Yakni Kali Precet, masuk terowongan docker banteng, fun speed, dan dilanjutkan berlatih tanjakan.
Salah satu kelompok peserta, Agus Sumanto, Ketua Bojonegoro Adventure Trail Club (BACT) menyampaikan, anjang sana anjang sini di Kampus Alas Srunggo Malo ini untuk mempererat tali silaturhami antara anggota komunitas trail di Bojonegoro.
“Selain itu juga untuk menghidupkan kembali komunitas trail Bojonegoro yang sudah lama vakum dan berolahraga,” ujarnya.
Agus menjelaskan, ada sejumlah potensi wisata yang bisa diexplore di sepanjang jalur Kampus Alas Srunggo Malo. Mulai dari bukit Srunggo yang menampilkan pemandangan indah yang bisa digunakan sebagai bumi perkemahan atau camping.
“Dari bukit Srunggo ini kita bisa melihat sungai Bengawan Solo, dan sejumlah wilayah Bojonegoro. Sudah ada beberapa komunitas seperti pecinta alam dan anak sekolah yang kemah di sini,” tutur Guru SMPN 1 Malo.
Selain itu, wisata Makam Manusia Kalang, petik anggur, Wali Kidangan, sumur minyak tua hingga peternakan Malo. Track ini bisa dijadikan jalur trail adventure hingga menuju geopark Wonocolo.
“Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten untuk mempromosikan wisata Bojonegoro,” tegas Agus.
Selain menjelajah Alas Srunggo Malo, lanjut dia, komunitas trail adventure Bojonegoro juga akan mengexplore potensi wisata di kawasan hutan lainnya seperti di Sugihwaras, Temayang, dan Sekar.
“Kedepan kami ingin komunitas trail adventure Bojonegoro ini memiliki legalitas. Sehingga keberadaannya lebih jelas dan bisa bersinergi memajukan wisata di sini,” pungkas Agus.
Salah satu anggota komunitas trail adventure Bojonegoro, Arif Kobil menambahkan, track adventure Bojonegoro selama ini sudah mendapat pengakuan dari komunitas trail adventure dari kabupaten lain, karena menarik dan menantang.
“Menurut saya ini modal untuk mempromosikan wisata yang ada di kawasan hutan Bojonegoro kepada daerah lain. Komunitas trail Bojonegoro bisa menjadi salah satu promotor wisata berbasis adventure,” sambungnya.(red)





