1.000 Orang Bersih Sungai Bengawan Solo

Bersihkan sungai wedang

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Sebanyak 1.000 orang lebih dari berbagai elemen melakukan aksi serentak bersih sungai Bengawan Solo di Bendung Gerak, Desa Simorejo, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Aksi tersebut dalam rangka gerakan Nasional pengurangan resiko bencana di wilayah setempat.

“Kegiatan ini sebagai bentuk edukasi terhadap warga tentang pentingnya sungai dan cara menjaganya,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Joko Ludiono, ketika ditemui di Lapangan Simorejo, Selasa (25/10/2016).

Lebih dari seribu peserta tersebut meliputi, Forpimda enam orang, ketua Komisi DPRD Tuban empat orang, SKPD Pemda 32 orang, Forpimcam se-Tuban 60 orang, Kades se-Kecamatan Widang 16 orang, dunia usaha 15 orang, bagian Humas dan Media Pemda lima orang, insan Pers Tuban lima orang, dan BPBD 62 orang.

Lainnya dari Polres Tuban mengirimkan 25 orang, Kodim 0811 25 orang, Dishub 15 orang, Dinkes yang diwakili puskesmas 10 orang, PMI cabang Tuban tiga orang, Kecamatan Widang 23 orang, Polsek Widang 23 orang, dan Koramil Widang 19 orang.

Baca Juga :   Tanda Tangan Elektronik Aman dan Tidak Bisa Dipalsu

Sedangkan dari unsur Dinas PU 10 orang, Dinsosnaker dan Tagana Tuban 25 orang, Satpol PP 30 orang, forum PRB Tuban 23 orang, relawan BPBD 44 orang, 400 warga Desa Simorejo, 50 warga Desa Tegalrejo, 50 warga Desa Kedungharjo, dan 25 warga Desa Tegalsari.

“Alhamdulillah banyak partisipasi dalam kegiatan bersih Sungai Bengawan Solo serentak kali ini,” imbuhnya.

Joko menjelaskan, aksi Nasional ini sebenarnya telah dimulai dari hulu di Kabupaten Solo beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan tersebut langsung dipimpin oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat, Willem Rampangilei. Kegiatan ini juga dilanjutkan di wilayah Jawa Timur beberapa Kabupaten serupa Tuban, Bojonegoro, Lamongan, dan Gresik.

Untuk kegiatan bersih sungai kali ini fokus pada dua titik, pertama tepi Sungai Bengawan Solo, kemudian ujung Avour Kuwu. Diharapkan setelah kegiatan ini, resiko bencana akibat tingginya debit air sungai dapat diminimalisir.

Bupati Tuban, Fathul Huda yang hadir dalam acara tersebut mengapresiasi kegiatan gotong royong dalam rangka gerakan Nasional. Sesuai catatan BNPB tahun 2013 lalu, Tuban termasuk daerah yang memiliki resiko bencana tinggi khususnya tepian Bengawan Solo. (Aim)

Baca Juga :   Merah Putih pun Berkibar di Blok Cepu

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *