SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Pemerintah Daerah (Pemda) Tuban, Jawa Timur menargetkan penerimaan pajak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2017 naik sebesar Rp 12,15 miliar. Tahun depan pajak dari penerangan jalan masih menjadi sumber utama, dari 12 item sumber penerimaan pajak.
“Dari 12 item sumber pajak ada 11 yang naik, dan satu item jumlahnya tetap dengan tahun sebelumnya,” kata Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Husain, kepada suarabanyuurip.com, Selasa (15/11/2016).
Noor Nahar kemudian merinci 12 item tersebut. Target pajak penerangan jalan di APBD 2016 sebesar Rp 69,8 miliar, sedanngkan di APBD 2017 ditarget Rp 74,7 miliar sehingga ada kenaikan Rp 4,9 miliar. Target pajak mineral di APBD 2016 Rp 54,9 miliar lebih, dan di APBD 2017 naik Rp 3,68 miliar lebih menjadi Rp 58,6 miliar.
Selain itu, untuk pajak PBB P2 yang tahun 2016 hanya ditarget Rp 21,8 miliar, dalam APBD 2017 ditarget naik Rp 1,4 miliar menjadi Rp 23,2 miliar. Untuk pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)Â juga ditargetkan naik menjadi Rp 5,9 miliar dari APBD 2016 sebesar Rp 5 miliar.
Item berikutnya untuk pajak restoran yang tahun sebelumnya ditarget Rp 1,8 miliar, pada APBD 2017 ditarget menjadi Rp 2,7 miliar. Pajak hotel juga ditarget naik menjadi Rp 947 juta lebih yang pada APBD 2016 hanya ditarget Rp 888 juta lebih.
“Untuk item pajak yang stabil hanya sangkar burung baik di APBD 2016 maupun 2017 sebesar Rp 25 juta,” jelasnya.
Sedangkan untuk penerimaan pajak dari sektor reklame dalam APBD 2017 ditargetkan naik Rp 140 juta menjadi Rp 880 juta, dari APBD 2016 sebesar Rp 740 juta. Pajak air tanah juga ditarget naik menjadi Rp 447 juta, dari APBD 2016 hanya Rp 420 juta.
Dua item terakhir, pajak hiburan jika di APBD 2016 ditarget Rp 227 juta lebih, maka di APBD 2017 ditarget naik menjadi Rp 306 juta lebih. Sedangkan pajak dari sektor parkir yang tahun sebelumnya ditarget Rp 65,5 juta, maka di APBD 2017 naik menjadi Rp 200 juta.
Dijelaskan pula, jika tingginya target pajak dari penerangan jalan akibat banyaknya pengguna listrik di Tuban. Pengguna listrik tersebut berasal dari perusahaan yang memasang lampu penerangan jalan, ditambah listrik rumah tangga.
“Sedangkan alasan tidak naiknya pajak sarang burung, karena bisnis sangkar mulai menurun,” pungkasnya. (Aim)