Butik Pesisir Lasem Tawarkan 32 Motif Batik

Butik Batik

SuaraBanyuurip.com - 

Keberadaan perusahaan besar disuatu daerah tak selalu identik memunculkan gejolak sosial. Namun tak sedikit pula yang mampu meningkatkan perekonomian warga sekitarnya. Seperti keberadaan PT Semen Indonesia yang telah mampu meningkatkan omset pengrajin batik di Lasem, Jawa Tengah melalui program corporate social responsibility (CSR) yang dikucurkannya.

“Batik” dimanapun selalu menjadi primadona di berbagai kalangan. Mulai kaum pribumi, priyayi hingga bangsawan. Siapapun yang memakai kain batik, konon terlihat elok kian bertambah derajatnya.

Tak ubahnya motif batik di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, ternyata batik di Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah juga menawarkan puluhan motif yang menawan.

Kecamatan Lasem dengan luas wilayah 45,05 Km persegi itu, kini memiliki potensi besar di sektor perdagangan batik. Beberapa desa di pesisir Lasem serupa Desa Sumbergirang, dan Soditan kini dapat dikatakan sentra pengrajin batik.

Lebih dari itu, diakui atau tidak perkembangan batik mulai menggeliat ketika perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Semen Indonesia (persero) hadir di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Rembang. Berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR) terus digulirkan. Salah satunya kepada Siti Srimurniati (45), yang kini memiliki butik (toko) Batik Risty art.

Perempuan kelahiran Desa Karaskepoh, Kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang, berucap banyak syukur karena pada tahun 2010 memperoleh bantuan CSR dari perusahaan plat merah.

“Pada tahun 2010 PT SI memberikan modal awal Rp 20 juta,” ucap Siti sapaan perempuan jelita ketika ditemui sejumlah jurnalis Tuban-Bojonegoro dalam acara Media Gathering 2016 di butiknya Desa Sumbergirang, Lasem.

Dari modal awal tersebut lanjut Siti, terus berkembang dan setiap tahun modalnya bertambah. Jika pada tahun 2010 modal hanya Rp 10 juta, tahun 2011 bertambah menjadi Rp 25 juta, dan tahun 2016 sudah mencapai 50 juta.

Bantuan inilah yang menjadikan usaha perempuan beranak dua itu, kian berkembang bak seharum harga batik setiap lembarnya. Jauh sebelum CSR diterimanya, Siti hanya memiliki modal pribadi Rp 2,5 juta.

Baca Juga :   Mengentas Belenggu Kekeringan Warga Pinggiran Hutan

Modal kecil itu ia atur sedemikian rupa, diputar untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Kondisi berubah 360 derajat, ketika perwakilan PT SI mulai mendata perajin batik di Lasem dan sekitarnya.

Berawal modal itu kini setiap bulan butiknya mampu menjual 100 potong kain batik. Sedangkan omset bersihnya dapat mencapai Rp 10 juta perbulan, menyesuaikan jenis batik apa yang laku.

Saat itu, Siti sebagai generasi ke-30 perajin batik di Desa Karaskepoh ikut terdata. Berawal dari situ kini butiknya mampu menawarkan 32 motif batik, dan memiliki 5 Kelompok Usaha Bersama (KUB) di desanya.

Diakuinya, di sekitar Desa Karaskepoh banyak bahan alami batik. Potensi tersebut tak disia-siakannya untuk menggunakan bahan alami sebagai bahan pewarna batiknya. Tak disangka kain batik berbahan pewarna alami justru menjadi primadona di beberapa pameran di Kota Jakarta, maupun Surabaya.

Menurut Siti, dari 32 motif yang diproduksinya ada lima jenis motif yang banyak diminati. Yakni motif Krecaan, gunung ringgit, Lok Can, Bedak Cabe, Latohan.

Jika motif Lok Can disimbulkan dari perpaduan burung hong dan beberapa hewan laut. Siti juga lihai memaparkan cerita dibalik eloknya batik buatannya. Untuk motif Krecakan menceritakan perjuangan masyarakat kerja rodi yang memecah batu.

Kemudian motif ringgit juga menceritaan keindaham alam yakni gunung yang beringgit. Bedak cabe menandakan jika Lasem kaya akan tanaman cabai, dan terakhir latohan merupakan simbol tanaman laut yang banyak dijumpai di pesisir Lasem.

“Uniknya motif dan tingkat kesulitan membuatnya mempengaruhi harga batik,” sambungnya.

Butik Batik Risky Art menyediakan pilihan harga terendah Rp 150 ribu, dan tertinggi mencapai Rp 2,5 juta rupiah. Varian harga tersebut dipengaruhi rumitnya proses mambatik, maupun waktu finishingnya.

Baca Juga :   Infrastruktur Minim, Mayoritas Warga Buruh Tani

Selain itu, beberapa bahan alami yang digunakan Siti diantaranya, kulit Sawo, kulit Mangga, hingga daun tanaman Mimbo. Dari bahan alami itu, biasanya diolah menjadi warna merah, coklat, maupun hijau.

“Keunggulan pewarna alami tidak mudah pudar hingga bertahun-tahun,” akunya.

Rekam jejak gemilang Siti juga dialami Jurhartatik. Perempuan yang memiliki butik Najma itu berdomisili di Desa Soditan, Kecamatan Lasem. Berbeda dengan pembatik di Desa Sumbergirang, Tatik lebih nyaman menggeluti batik dengan pewarna sintetis.

Alasannya, pembuatan batik cap dengan pewarna sintetis lebih cepat finishing cukup 3 hari. Banyaknya pesanan batik cap miliknya, kini Tatik mampu mempekerjakan 50 orang di sekitarnya.

Disinggung pemasarannya, dirinya sangat berterimakasih atas bantuan CSR dari PT SI. Selama ini juga kerap mengikuti pameran batik sebulan dua kali. Dari pameran itulah, label batik lasemnya kian populer, bahkan sekelas Wakil Presiden Jusuf Kalla juga kepincut membelinya.

Lebih dari itu, kuatnya jaringan yang dibentuk mampu memasarkan hingga Hongkong, China, bahkan Singapura. Bersama suaminya Tatik juga aktif di online, meskipun omset terbesarnya masih dari penjualan offline atau langsung.

Tatik yang telah menggeluti batik selama 4 tahun ini, mengaku otodidak. Orang tuanya bukan seorang perajin batik, namun seorang penjahit.

“Dari latar belakang itu menjadikan Tatik berfikir kreatif memahami batik,” jelasnya.

Atas jerih payahnya, Tatik berhasil memodifikasi baju, gamis, hingga kaos yang bermotif batik sesuai selera konsumennya. Rata-rata motif yang paling laku yakni motif geblok asor, latoh, kipas, maupun Lok Can.

Sementara, Kasi Humas dan CSR PT SI, Sani Yuwono, mengapresiasi kegigihan perajin batik di Kecamatan Lasem. Sebagai corporate yang baru beroperasi di Kabupaten Rembang, PT SI berkomitmen mengembangkan potensi yang ada termasuk batik. (Ali Imron)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *