Jumlah Rumah Tergenang Berkurang

bantu korban banjir

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Jawa Timur mencatat jumlah rumah tergenang akibat luapan Sungai Bengawan Solo mulai berkurang. Data sebelumnya hari Sabtu (26/11) malam kurang lebih 900 rumah terdampak, saat ini tinggal 317 rumah.

“Alhamdulillah pagi ini surut, dan banyak rumah yang dapat ditempati pemiliknya,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Tuban, Joko Ludiono, kepada suarabanyuurip.com, melalui pesan singkatnya, Minggu (27/11/2016).

Joko menjelaskan, saat ini kondisi di Kecamatan Soko masih ada 302 rumah yang tergenang. Rinciannya  lima rumah tergenang di Desa Simo, 32 rumah di Desa Sandingrowo, 25 rumah Desa Kenongosari, 83 rumah di Desa Glagahsari, tujuh rumah Desa Kendalrejo, dan 150 rumah di Desa Menilo.

Selain pemukiman, banjir juga merendam 274 hektar sawah meliputi, satu hektar Desa Simo, 20 hektar Desa Mojoagung, 20 hektar di Desa Pandanwangi, 105 hektar Desa Sandingrowo, 100 hektar Desa Kenongosari, 18 hektar Desa Glagahsari, lima hektar di Desa kendalrejo, dan lima hektar lainnya di Desa Menilo.

Baca Juga :   Kasus Corona Bojonegoro Bertambah 13 Orang, Mayoritas Tertular Pasien Positif

“Air juga merendam 21 hektar tegalan, dan 37 hektar pekarangan warga,” imbuhnya.

Pantauan di lokasi banjir juga menggenangi Kecamatan Rengel. Camat Rengel, Mahmudi, mengatakan, banjir belum sampai merendam rumah warga, namun menggenangi jalan poros desa, dan lahan pertanian.

Saat ini di wilayahnya masih ada 27 hektar sawah terendam di Desa Ngadirejo, 60 hektar Desa Kanorejo, 35 hektar Sawahan, 20 hektar Karangtinoto, dan 75 hektar Desa Bulurejo. Rata-rata umur tanaman padi baru berumur 25 sampai 50 hari.

“Luapan Sungai juga merusak beberapa infrastruktur di Desa Sumberejo, dan Campurejo berupa jalan poros desa,” sambungnya.

Sementara, Camat Plumpang, Sudarmaji mengatakan hingga saat ini ada 15 rumah di Desa Kebomlati yang tergenang. Air juga menggenangi jalan poros desa sepanjang 1 Km dengan ketinggian 40-50 cm.

“Laporan sementara baru ada 10 sampai 15 hektar sawah yang terendam, untuk data lengkapnya masih proses validasi,” jelasnya.

Tak hanya di Kecamatan Rengel, banjir juga mengenangi Kecamatan Widang. Data dari BPBD Tuban tidak ada rumah yang terdampak. Air hanya menggenangi puluhan hektar sawah diantaranya, 25 hektar swah di Desa Patihan, dan 60 hektar di Desa Widang. Lainnya air menggenangi jalan poros desa.

Baca Juga :   Jatah Pupuk Bersubsidi Dikurangi

Tingginya TMA Bengawan Solo juga berdampak pada melambatnya aliran Kali Kening. Camat Parengan, Didik Purwanto menjelaskan, saat ini masih ada belasan hektar sawah di Desa Selogabus tergenang. Rinciannya tujuh hektar di Dusun Mbedrek, dan 15 hektar lainnya di Dusun Pulo dan Njuwet.

“Semoga air cepat surut, dan warga dapat beraktivitas normal kembali,” pungkasnya. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *