SuaraBanyuurip.com –Â Ali Imron
Tuban – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Jawa Timur hari ini mulai mendistribusikan 300 paket Sembako di dua kecamatan terdampak banjir luapan Sungai Bengawan Solo. Dari lima kecamatan terdampak, bantuan difokuskan di Kecamatan Rengel, dan Plumpang terlebih dahulu.
“Untuk Kecamatan Rengel 100 paket, dan 200 paket di Kecamatan Plumpang,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Tuban, Jawa Timur, kepada suarabanyuurip.com, Selasa (29/11/2016).
Joko menjelaskan, bantuan sementara diprioritaskan di titik yang paling terdampak dari musibah tahunan ini. Dibandingkan kecamatan lainnya, Kecamatan Rengel, dan Plumpang paling banyak rumah warga yang terendam air.
Sesuai laporan langsung dari Muspika Rengel, hingga kini ada 881 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak. Jumlah tersebut menyebar di 11 desa rinciannya, 56 KK di Desa Bulurejo, tujuh KK di Desa Karangtinoto, 24 KK di Desa Tambakrejo, dan 20 KK terdampak di Desa Kanorejo.
Lainnya 467 KK di Desa Ngadirejo, tiga KK di Desa Sawahan, 25 KK di Desa Rengel, 133 KK di Desa Sumberejo, 26 KK di Desa Campurejo, 90 KK Desa Banjararum, dan 30 KK di Desa Prambon Wetan.
“Selain itu ada tujuh unit sekolah yang terendam,” imbuhnya.
Untuk areal sawah yang teremdam seluas 1.402 hektar. Jumlah tersebut menyebar di 11 desa paling luas di Desa Bulurejo seluas 237 hektar, dan Desa Nhadirejo 225 hektar. Untuk lahan tegalam juga terendam seluas 63 hektar, dan pekarangan warga 31 hektar.
“Untuk Kecamatan Plumpang jumlah warga terdampak lebih dari 100, sehingga akan dioptimalkan yang paling membutuhkan,” jelasnya.
Sampai saat ini, bantuan banjir bukan hanya dari Pemda saja. Dari pihak perbankan maupun Pondok Pesantren Langitan, Kecamatan Widang juga mengirimkan bantuan air minum.
Sementara, salah seorang warga terdampak di Desa Kanorejo, Junaidi berharap bantuan bukan hanya Sembako. Bagi warga bantuan alat transportasi perahu karet yang paling penting.
“Sebab selama dua hari jalan desa lumpuh terendam air sedalam dua meter,” sambungnya.
Dalam tiga hari terakhir, warga setempat sangat bersyukur adanya dua perahu karet yang disiagakan BPBD di lokasi terdampak. Perahu tersebut difungsikan untuk mengantarkan anak sekolah maupun orang yang sakit berobat.
“Semoga perahu tersebut selalu ada ketika banjir datang,” harapkan. (Aim)